Kekuatan Do’a

Jangan pernah menyepelekan kekuatan doa, jangan sesekali. 

Berdoalah sesungguhnya, yakin doamu didengar dan dikabulkanNya. Yakin doamu telah mengetuk pintu langit dan surga. Yakin kau tak berdoa sendiri, ada doa-doa orang yang menyayangi turut mengiringi.. 

Setidaknya itulah yang terjadi pada saya…
Doa yang teruntai setiap saat, membuahkan hasil nyata…

Di setiap kali berdoa, senantiasa ku selipkan sebuah permintaan.
Kekuatan hati, kelapangan jiwa.

Continue reading

Hai

Hai, tahukah kamu?
Kita sama..
Sama-sama menunggu…
Kamu menunggu penjelasan darinya
Aku menunggu dia menjelaskan padamu.

Hai, sungguh aku tak pernah tahu kau ada.
Hingga pada suatu kesempatan aku bertanya
Ia menjelaskan semuanya
Tentang kamu
Tentang masa lalunya
Continue reading

Segera : Resensi Critical Eleven by Ika Natassa

Judul : Critical Eleven

Tebal : 339 halaman

Buku ini ku beli Desember 2015, tapi bari sempat dibaca setahun kemudian. Bulan Desember 2016 lalu, akhirnya dibaca juga. 

Kenapa lama bacanya? Yah..karena banyak kesibukan ini dan itu. Jadi buku-buku yang sudah berbaris nangkring di rak cuma dibiarkan begitu saja. 

Draft resensi sedang disusun. Dan akan dirilis segera begitu kelar. 

Continue reading

Menyelami Pesona Bahari Pulau Abang

Tahun baru 2016 lalu, berkemah di Pantai Ilruz Padang. Tahun ini, aku memilih wisata bahari di Pulau Abang, Kepri.

Enaknya mulai cerita dari mana ya? Hmm…

Sudah sejak lama ingin sekali berkunjung ke Pulau Abang, dan memang menjadi salah satu wishlist ku sebelum berangkat dari Batam (kalau-kalau pindah) seperti tulisanku sebelumnya. Nah, bulan Desember banyak sekali libur 3 hari berturut-turut, misalnya pada saat libur Maulid Nabi (12 Desember), cuti bersama Natal (26 Desember) dan cuti bersama Tahun Baru (2 Januari).

Tak ingin tanggal merah berlalu sia-sia, harus ada ide jalan-jalan kemana aja. Awalnya rekan seperjalanan ingin mengajak ke luar negeri entah Singapore atau ke Johor. Tapi berhubung pasporku belum diperpanjang maka mau tak mau alternatif yang tersisa hanya liburan lokal saja.

Setelah searching dan diskusi yang cukup panjang dengan rekan, akhirnya diputuskan bahwa kami akan snorkeling di Pulau Abang.

Kami bergabung dengan open trip yang diselenggarakan oleh tim Galang Bahari Batam pada tanggal 1 Januari 2017. Biayanya cukup murah untuk ukuran wisata hoping island dan snorkeling. Sebab sebelumnya pernah snorkeling di salah satu negara tetangga dan biaya bisa 3 hingga 4 kali lipat daripada di sini.

Continue reading

Segenggam Rindu untuk Ayah

“Dimana, Nak? Kok belum pulang?” Sahutnya dari ujung telepon.
“Lagi di angkot, bentar lagi nyampe”, jawabku.
“Ohh..ya udah”.

Setiap kali terlambat pulang ke rumah, ayah atau ibu pasti menelpon memastikan keberadaanku. Itu dulu sewaktu masih kuliah dan tinggal bersama mereka. Sekarang ini, kalau ayah menelpon yang pertama ditanyakan adalah “Lagi dimana? Sibuk” yang kedua “Sehat?”. Selalu saja ada perhatian disetiap ucapannya.

Entah kenapa, belakangan ini aku lebih sering kepikiran ayah, pahadal hari ibu baru saja berlalu. Rindu ibu lebih mudah, tinggal angkat telpon dan bertanya hal remeh temeh. Semudah mengobrol “Lagi ngapain, Mak?” atau “Mamak masak apa?” atau hal-hal lainnya, semudah itu. Rindu ayah lebih susah. Kadang sedikit sekali topik yang bisa diobrolkan secara ringan. Menelpon ayah biasanya harus ada topik khusus. Kalau dipikir-pikir, aku lebih sering menelpon ibu – yang kemudian nantinya akan dioper juga ke ayah, dari pada langsung menelpon ke nomor Ayah.

Continue reading

Paspor, Perjuangan Belum Usai

Orang-orang yang beruntung adalah orang yang hari esoknya lebih baik dari hari ini, begitu yang ku tahu. Tak ingin kejadian kemarin yang terulang lagi, aku datang lebih pagi esoknya.

Jum’at 17 Desember 2016, sehari setelah jadwal yang seharusnya ditentukan. Tak ingin kalah dari pengantri lainnya, aku bertekad datang lebih pagi. Dan untuk hari ini, aku sengaja mengambil izin cuti khusus untuk mengurus paspor. Cuti buat ngurus paspor, baru kali ini aku pakai hak cuti untuk urusan birokrasi.

Tebak jam berapa aku tiba? Jam 6.15 tepat aku sudah berdiri di depan pagar kantor Imigrasi Kelas 1A Batam. Kalian mungkin berpikir, “Wah…pagi banget!” yup, memang pagi. Tapi apakah aku yang paling pagi? Tidak. Sudah banyak orang yang mengantri sebelum aku. Lantas aku berpikir, mereka datang jam berapa???

Continue reading

Paspor, Cerita Sebuah Perjuangan.

Sudah beberapa hari berlalu, tapi rasa lelah di kaki seolah terus menerus mengingatkan perjuangan panjang mengantri nomor giliran pengurusan passpor di Kantor Imigrasi kelas 1 A Batam Kamis kemarin.

Tanggal di Passpor ku menunjukkan jatuh tempo di 17 Maret 2017, jadi menurut peraturan keimigrasian, harus diperpanjang 6 bulan sebelum jatuh tempo. Karena satu dan lain hal, pengurusan perpanjangan baru sempat ku ajukan di bulan Desember ini. Dengan pertimbangan salah satunya ingin segera persiapan travelling baik jangka panjang maupun jangka pendek menjelang tahun baru.

Aku tak menduga bahwa ternyata sebagian orang-orang Batam juga berpikiran sama…

Continue reading