Depresi, Pembunuh di Balik Layar

Dua hari lalu, dunia media sosial dikejutkan dengan datangnya kabar duka dari artis kenamaan Korea Selatan. Kali ini dunia K-Pop gempar, Jonghyun – SHINee. Dia ditemukan tak sadarkan diri di apartemennya di kawasan Gangnam – Seoul bersama dengan briket batubara yang terbakar di atas penggorengan dan diduga Jonghyun melakukan bunuh diri.

Pertanyaan yang paling awal terlintas di benak kita mungkin, kenapa? Apa alasannya?

JongHyun, penyanyi dengan vokal luar biasa bahkan dianggap sebagai lead vocal dalam boyband yang sudah hampir 10 tahun membesarkan namanya, SHINee. Populer, iya. Glamor, iya. Kaya, iya. Dipuja, iya. Apa yang kurang? Mungkin tak akan habis pikir kalau dikaji satu persatu. Tapi siapa sangka di balik kesuksesan dan popularitasnya, ada wajah yang tak pernah ia tunjukkan ke dunia, ke hadapan para fansnya, Shawol diluar sana.

Senin sore itu, pikiranku begitu fokus menyelesaikan advis yang punya deadline esok hari. Tetiba, salah seorang rekanku menyambangi kubikelku dan bilang “Jen, Jonghyun meninggal.”

“Jonghyun siapa?” (Jonghyun banyak diluar sana..)

“Sine.”

“SHINee?! Hoax kali…!!!”

“Lu cek aja”

And then that moment, aku langsung ambil hape dan check. Timeline instagram hampir seluruhnya berita tentang Jonghyun. Masih tak percaya, langsung chat si adek dengan maksud konfirmasi berita. Karena memang dia jauh lebih update tentang dunia K-Pop diluar sana. Dan ya, jawaban yang ku terima sama dengan yang ku lihat di social media.

Depresi.

Depresi sejatinya adalah penyakit. Penyakit yang bukan disebabkan oleh gangguan kesehatan, mikroorganisme, virus, dan sebagainya. Depresi lebih gamblang disebut penyakit di belakang layar. Diam-diam menggerogoti mental, pikiran, mood.

Depresi di kalangan kita kadang masih dianggap sepele, masih dianggap hanya sekedar sedih yang nantinya bisa sembuh sendiri. Bahkan parahnya kadang pengidap depresi dicap manusia lemah. Salah, karena depresi bukanlah kondisi yang bisa diubah dengan mudah dalam sekejap mata, tak cukup hanya curhat dan berkeluh kesah. Tapi lebih dari itu, depresi butuh terapi khusus bahkan untuk tingkat akut perlu resep pengobatan spesial.

Menurut catatan WHO, setidaknya 350 juta orang diseluruh dunia mengalami depresi dan lebih dari 800 ribu orang meninggal bunuh diri akibat depresi. Ironisnya, kebanyakan dari penderita enggan bercerita, sungkan mengaku dan bahkan tidak tahu kalau mereka menderita depresi. Di Indonesia bagaimana? Menurut catatan yang ku peroleh, depresi menjadi penyebab kematian peringkat ke 8. Jelas, harus diwaspadai sejak dini.

Kejadian yang dialami oleh Jonghyun ini, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita. Selalu bersyukur dengan apa yang kita punya, jangan iri dengan apa yang mereka punya. Sebab apa yang mereka tampilkan ke dunia, belum tentu itu nyata. Ingat, media sosial bisa jadi hanyalah kehidupan ilusi semata.

Untuk para teman-teman Shawol diluar sana, sabar ya. Aku tahu kalian shock, like I do. Tapi aku harap apa yang dilakukan Jonghyun jangan pernah kalian tiru. Camkan itu. Perkuat iman kita, perkuat ikatan keluarga kita, teman-teman kita. Kita tidak sendiri di dunia ini. Ada tempat untuk berbagi, dan kalau kau tak menemukan satu orangpun, ingat…Allah bersama kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s