Perjalanan Panjang

Percaya di setiap akhir sebuah perjalanan, adalah awal dari sebuah perjalanan yang baru. 

Kemarin, tepatnya tanggal 2 Jan 2018 traveling bertajuk “Hanoi & Halong Bay” baru saja usai. Trip kali ini kami jalani selama 5 hari sejak tanggal 29 Des 2017 sore sampai 2 Jan 2018 siang. Melintasi 5 kota 4 negara. 

Banyak pengalaman baru yang terjadi. Mulai dari kehilangan pouch make up di KLIA2 jadi sepanjang trip no make up at all, hingga kena scam sama sopir Taxi di Hanoi.

Dulu, sewaktu di Thailand & Filipin, perjalanan ke laut selalu bareng dengan orang2 yang udah siap nyebur. Tapi kali ini di Halong Bay, groupnya bernama “Deluxe Trip” maka jadilah yang ikutan gabung adalah bule2 berdandan ala pengunjung mall. Kapalnya juga beda, biasanya naik pongpong kecil, sekarang naik cruise. Duileee…

Perjalanan 5 hari. Lelah? Tidaklah. Karena setelah itu ada yang menunggu kedatanganku di seberang pulau sana. 

3 Jan 2018, perjalanan baru dimulai. Kali ini Jakarta-Depok-sekitarnya. Tujuannya juga beda… Bukan cuma trip biasa…

Sampai di Depok, dijemput oleh mas-mas caem penduduk asli Depok. Diajak deh jalan-jalan ke kampus paling ngehits se-Depok dan Indonesia. Apalagi kalau bukan UI. 

Di ajaklah berkeliling kampusnya. Mulai dari perpustakaannya, fakultas-fakultasnya, mesjidnya, lembaga bahasanya, dan sebagainya. Hingga aku pun bertanya, “Dulu kamu pas masih kuliah senengnya nongkrong dimana?”

Di pandu oleh tour guide langsung oleh Alumni setempat, aku diperlihatkan tempat2 yang katanya paling ikonik di UI. Mulai dari kuburan Bikun, Bikun Coffee, danau perpus, gedung rektorat, dan terakhir Fakultas FEB-UI, kampusnya.

Foto penguasa UI 5 tahun silam. Gayanya 5 tahun lalu mungkin masih sama? 😆

“Kalau ada yang lulus sidang, dicemplungin disitu.” ucapnya sembari menunjuk air mancur FEB-UI.

“Kamu dicemplungin juga”

“Iya, tapi rame2…malu juga kalo sendirian” jawabnya.

Tak bisa dipungkiri, dari beberapa aspek UI jauh lebih bagus dari kampusku USU. Tapi tetaplah, USU dihati…

“Dulu, sewaktu SMA dan ada test di sini, aku nulisin namaku di salah satu meja. Eh, ternyata beneran aku bisa kuliah disini. Tapi pas mejanya aku cari udah ga ada…” 

Kisah demi kisah mengalir saat kami perlahan-lahan menapaki areal kampus. Tiap sisi, tiap sudut, ada memori disitu. Dia menuturkan, aku mendengarkan, tersenyum membayangkan.

Masa lalu tak bisa diubah. Dan aku pun tak berangan-angan mengubahnya. Saat ini aku hanya fokus untuk menata masa depan. Berangan-angan akan esok hari dan berupaya mewujudkannya menjadi 3 dimensi.

Kali ini, perjalanan ini, istimewa. Nanti, jika sempat, kamu akan tahu kenapa…

😊

Depok, 3 Jan 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s