Yang Dibutuhkan “Wanita” Vs “Pria”

Tulisan ini ku kutip dari salah satu point di buku “Kado Pernikahan Istimewa” karya M.As’ad Mahmud LC. Buku ini berhasil mencuri perhatianku ketika tanpa sengaja tadi malam iseng-iseng patroli ke Gramedia. Tebal bukunya 464 halaman, awalnya tak berminat. Eh ternyata di salah satu rak ada yang plastiknya sudah terbuka, pas lihat lembar demi lembar dan bertemulah dengan salah satu point yang akan aku kutip di bawah ini.

Pria dan wanita yang akan dibahas disini konteksnya adalah pasangan, dalam hal ini suami-istri. Sebab sejatinya dalam sebuah hubungan sudah semestinya selalu ada rasa “saling” sehingga akan timbul keharmonisan antara kedua belah pihak. Dan suami-istri adalah hubungan “saling” tersakral. 

Yuk simak… ^_^

Wanita membutuhkan perhatian, Pria membutuhkan kepercayaan

Perhatian yang sederhana tapi rutin dilakukan itu sangat bermakna bagi seorang wanita. Misalnya suami yang rajin berpamitan ketika berangkat pergi. Atau suami yang menelpon keadaannya saat bepergian beberapa hari. Itu sangat berarti. Itu membuat wanita tahu bahwa ia benar-benar ada dalam hati suaminya.

Maka para pria benar-benar tidak boleh menganggap remeh masalah ini. Jangan pernah berpikir bahwa istrinya adalah wanita tangguh yang tak butuh perhatian-perhatian kecil seperti itu. Ia toh sudah dewasa dan tahu apa yang harus dilakukan. Aku toh, baik-baik saja. Apabila pria berpikiran seperti ini berarti ia tak berbakat membangun keluarga yang harmonis.

Di sisi lain, pria membutuhkan kepercayaan. Ia senang ketika dianggap mampu dalam hal apapun. Ia senang ketika hasil pekerjaannya dipuji, senang ketika integritasnya tak dipertanyakan lagi. Maka untuk para istri, ketika suami sedang bepergian jauh maka tak perlu setiap jam menelpon untuk menanyakan posisinya. Anda tak perlu terus menerus mengontrol menu makanannya, juga tak perlu memastikan kesetiaannya berulang-ulang. Itu garing.

Wanita membutuhkan pengertian, Pria membutuhkan penerimaan

Dalam perkara perasaan, wanita memang punya kedalaman lebih dibandingkan pria. Sayangnya, hal ini kadang menjadi sumber konflik, khususnya ketika pria tidak memahami masalah ini.

Bagi para pria, jangan pernah menganggap bahwa apa yang dirasakan wanita Anda adalah sesuatu yang biasa-biasa saja dan akan menghilang dengan sendirinya. Apalagi sampai menganggap istri cengeng dan mengada-ada, that’s hurt. Tanpa harus lebay, bertanyalah baik-baik dengan nada lembut dan suara pelan kepada istri, “mama kenapa?”

Setelah itu biarkan saja apa yang akan terjadi. Mungkin si istri akan memeluk Anda sambil menangis tersedu-sedu. Atau kalau ia cukup kuat, ia akan menarik nafas panjang dan bercerita tentang masalahnya. Anda tak perlu terkejut jika kemudian ia menyadari bahwa itu semua salahnya juga lantaran terbawa perasaan, misalnya.

Di kutub yang lain, suami membutuhkan penerimaan. Ia menyadari tanggung jawabnya yang besar sebagai kepala keluarga dan karenanya ia bekerja keras untuk memenuhi tanggung jawab itu. Bekerja keras sepanjang hari, melihat pelung-peluang, memperbanyak koneksi, meningkatkan kemampuan diri, dan karena itu ia sangat sibuk. Situasi ini membutuhkan penghargaan.

Ketika apa yang ia hasilkan dari pekerjaannya dihargai oleh istri, ia akan merasa senang dan terhibur. Di sinilah pentingnya seorang istri pandai bersyukur dan pandai berterima kasih atas apa yang diberikan suami. Penghargaan terhadap apa yang diberikan suami seberapapun ia adalah pujian tertinggi yang bisa diberikan wanita kepada suaminya.

Wanita membutuhkan Kesetiaan, Pria membutuhkan Kekaguman

Sebagai makhluk yang secara kodrati membutuhkan perlindungan, wanita senang ketika ia tahu bahwa suaminya bisa dipercaya. Maka bisa dimengerti sebenarnya jika wanita memiliki rasa cemburu yang lebih dibandingkan laki-laki. Selama kecemburuan tidak menjadi posesif, maka biarkan saja. Itu kekhawatiran yang wajar dari para wanita.

Dari sini, maka penting bagi suami untuk menunjukkan kesetiannya pada istri. Misalnya suami rela menunda acaranya demi menemani istri pergi keluar kota. Suami lebih memilih bertamasya dengan keluarga daripada reunian bersama teman-temannya, dll. Ini adalah sikap-sikap berharga yang akan sangat berperan dalam menciptakan harmoni dan romantisme keluarga.

Lelaki butuh dihargai dan dikagumi akan peran dan tanggung jawabnya. Ketika misalnya suami sudah berkorban demi istrinya, maka si istri jangan pelit menyanjungnya. Pujilah dan ungkapkan terima kasih Anda setulusnya. Yakinkan padanya bahwa apa yang dia lakukan benar-benar berarti bagi Anda. Tunjukkan Anda benar-benar terbantu atas pelayanan dan tanggungjawabnya.

Wanita perlu jaminan, Pria perlu Dorongan

Wanita membutuhkan tempat bersandar yang kuat sebagai jaminan hidupnya. Ia berharap hal itu bisa ia dapatkan dari suaminya. Jaminan hidup itu bisa berupa popularitas suaminya, jabatannya, materinya, kapasitas keilmuannya, ketokohannya, dan banyak lagi. Maka tidak perlu heran ketika ada wanita-wanita cantik yang rela menjadi istri para lelaki publik figur, pengusaha sukses atau orang berpangkat meskipun sudah berumur.

Apakah kemudian para suami harus memiliki segala hal yang disebutkan itu? Bukan begitu maksudnya. Itu sekadar contoh untuk menjelaskan bahwa jaminan jangka panjang itu lebih berharga bagi wanita daripada pesona fisik dan ragawi yang hanya sementara.

Maka yang dibutuhkan sejatinya adalah sifat tanggung jawab suami. Tanggung jawab bahwa ia memiliki istri dan keluarga yang harus dipimpin dan diberi nafkah yang cukup serta dibimbing secara lahir dan batin.

Di sinilah seorang suami membutuhkan motivasi dan dorongan dari istri. Sebab, suami harus mengatasi perasaan tidak mampu dalam dirinya. Dorongan, kepercayaan, penghargaan dan motivasi dari istri akan sangat membantu suami dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s