Stranger Along The Way

Dalam setiap perjalanan selalu ada tempat-tempat baru yang terlihat, serta orang baru yang ditemui. Orang-orang asing sepanjang perjalanan itu, menyimpan  ceritanya sendiri-sendiri. Cerita yang tak pernah kita tahu, hingga akhirnya bertemu dengan mereka.

Tapi, biarlah mereka menjadi hanya sebatas orang asing dengan misterinya, dengan kisahnya, dengan segala macam pengalaman hidupnya.

Let me tell you some of stranger I’ve met along the way…

Hardworker Security

Kota Bandung menjadi lokasi pertemuan kami. Ketika itu aku yang membutuhkan transportasi ke lokasi wisata di Lembang memesan via online apps. Setelah sedikit bernego, beliau dengan senang hati akan mengantarkanku ke lokasi tujuanku dan tempat-tempat lainnya, baik online maupun offline.  Satu persatu tempat kami jelajahi, dengan bantuan Bapak ini akhirnya 2 hari di Bandung berlalu dengan lancar jaya.

Agar tetap menjaganya menjadi asing, namanya tak akan aku sebutkan di sini. Ketika malam tiba, dirinya adalah staff keamanan (security) di salah satu Bank Swasta kota Bandung. Shift kerjanya dimulai pukul 6 sore hingga 6 pagi, ya. Beliau adalah petugas jaga malam di kantor bank tersebut.

Ketika matahari mulai beranjak terbit dan jam jaga telah usai. Beliau beralih profesi menjadi tukang ojeg online, sampai dengan jam jaga nanti sore tiba…

Lantas istirahatnya kapan pak? Tanyaku..

“Yah disempat-sempatin, Neng. Kadang tidur pas jam 9 pagi sampai siang. Kadang kalau lagi semangat banget ngegojek yah nggak tidur. Rata-rata sehari biasanya tidur 2 atau 3 jam aja, Neng”.

“Nggak capek, Pak? Malem jaga, siang ngegojek, lanjut lagi…”

“Udah biasa, Neng. Dari kecil memang hidup susah, dulu pas masih jaman sekolah sering diajak ngelaut sama Bapak saya, kalau di laut mah tidurnya paling sejam dua jam, jadi udah biasa aja, Neng. Tapi kalo capek banget, biasanya kalo lagi nggak tugas jaga baru deh saya tidur seharian dan pulang ke rumah. Saya juga gak bisa pulang ke rumah tiap hari. Rumah saya jauh, 2 jam dari kota Bandung. Jadi kalau harus bolak balik jaga malam – pulang – ngojek, bakal lama banget dan buang-buang waktu di jalan. Makanya saya sering bawa baju ganti dan mandi di kantor. Jadi begitu selesai jaga, langsung lanjut ngojek. 2 atau 3 hari sekali baru pulang ke rumah…”

Pribadinya sederhana, dengan kisah hidup luar biasa. Beliau juga menceritakan kondisi kantornya, dan membuatku berpikir ahhh aku beruntung bekerja di instansiku saat ini.

 

Old Man Behind The Beautiful Landscape

Siapa sangka, dibalik kawasan wisata yang tampil apik dalam kamera, tak terlepas dari dedikasi seorang kakek tua yang ikut membantu mengolah tempat wisata itu menjadi lebih rapi, indah dan nyaman bagi pengunjung.

Aku tak tahu namanya, dan sepertinya beliau hanya bisa berbahasa Jawa. Jadilah aku hanya berbicara sepatah dua patah kata saja. Sembari berbicara, beliau memalu-malu kerikil-kerikil kecil untuk dijadikan jalan akses lokasi tersebut. Pijakan batu itu amat diperlukan, sebab kalau tidak pejalan kaki bisa terpeleset apalagi kalau hujan turun. Bayangkan betapa pentingnya andil beliau disini. Lantas aku bertanya, dari manakah beliau digaji? TIket masuk tempat wisata ini hanya Rp.2.500/orang. Anggaplah 500 orang berkunjung setiap harinya, berarti untuk sebulan si pemilik tempat wisata hanya mendapat omset Rp.37,5 juta dari pengunjung. Sementara ia perlu menggaji pekerja-pekerjanya termasuk si kakek dan rekan-rekannya. Berapa gajinya? Tak mungkin beliau digaji Rp.3 juta sebulan karena lokasi ini memiliki  cukup banyak pekerja seusianya. Rp. 2 juta? atau bahkan mungkin hanya Rp.1 juta perbulan?IMG_7149

Entahlah.. aku tak tahu.

Tapi sungguh, aku tidak kuasa menghitung nikmat sang Pencipta. Mungkin rezeki dariNya ke si kakek bukan hanya dalam nilai Rupiah. Buktinya, kakek ini tetap bertahan dengan apa yang ada, dengan seluruh kesederhanaannya dan keikhlasannya bekerja. Aku jadi malu sendiri, dengan segala fasilitas yang aku punya, kesejahteraan pegawai yang aku terima, pantaskah aku berkeluh kesah?

Stranger Intention

Kisah dua orang asing sebelumnya begitu membuatku bersyukur dengan kehidupan yang aku punya saat ini. Kisah kali ini berbeda. Malah membuatku agak…hm…bergidik.

Tak ingin tahu namanya, tak ingin mengingatnya, tapi kenapa malah semakin ingat?

-____-

Orang ini lebih tepat disebut “Stranger – Orang aneh” ketimbang  “Orang Asing”. Awalnya bertemu dan menyapa sebagai orang asing, yang kemudian berusaha sok dekat dan mengorek-ngorek kehidupan pribadiku. Mengekor kemana-mana saat aku pergi. Jadi risih sendiri.

Setelah hampir setengah hari akhirnya bisa juga lepas dari dia…

I’ll tell you another day about this man…

Intinya, dari sekian banyak tempat yang kita lalui ambillah pelajaran dari setiap langkah yang kita tempuh. Ambillah petuah dan pengalaman hidup dari orang-orang yang kita jumpai selama perjalanan. Jangan jadikan perjalanan ini hanya sia-sia, demi memuaskan follower social mediamu semata…

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s