Catch a Plane

Satu kata untuk pelayanan maskapai Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 153 dari BTH ke CGK hari ini, Salut. 

Kenapa?

Aku dijadwalkan terbang pukul 8.55 WIB, boarding 8.35 WIB di Hang Nadim, Batam. Senin besok, selama 3 hari aku akan berada di ibu kota untuk dinas pelatihan. 

Pagi-pagi sekali, aku dan rekanku telah berangkat menuju bandara dan tiba disana pukul 7.20 pagi. Masih banyak waktu, dan akupun telah check-in dan drop bagasi di counter Garuda. Mbaknya counternya ramah banget, pakai senyum dan chit chat sederhana. Mungkin karena masih pagi jadi si mbaknya semangat? Entahlah, bisa jadi pula memang tipenya ceria, seperti saya. 😁

Usai drop bagasi, aku kembali ke pintu kedatangan. Keluar dari gedung hall checkin counter, menemui rekanku yang sabar menunggu dan telah repot-repot mengantar.

Setiap ada pengumuman di pengeras suara, selalu ku simak kalau-kalau ada panggilan dari Garuda. Tapi ternyata tak ada. Dan akhirnya setelah pukul 8.35 aku pun masuk kembali menuju boarding room.

Tahu-tahu, aku dapat telepon yang mengatakan bahwa gate staff telah memanggil namaku berkali-kali. Panik, aku pun berlari. Bagaimana tidak, jarak pintu masuk kedatangan ke boarding room jauh.

Sembari berujar “maaf pak, maaf bu, saya ijin duluan ya, sudah dipanggil,” aku terus berlari dan memotong jalur-jalur antrian. Hal yang biasanya paling aku hindari. Tapi syukurnya, para calon penumpang lain yang ku terobos sama sekali tak marah, justru prihatin. 

Proses masuk pemeriksaan barang pun dipermudah, aku tak perlu harus melepas ikat pinggang dan jam tangan yang tentu bakal memakan waktu. Jadi ketika lewat gate X-Ray, aku diperbolehkan begitu saja.

Ruang tungguku berada di gate A5. Masih dengan setengah berlari, ku dengar suara panggilan lagi dari pengeras suara “panggilan terakhir”. Dari jauh pun kemudian ku dengar suara petugas yang mencari-cari keberadaanku. Aku sedikit takjub, staff tersebut rela keluar dari gatenya demi menjemputku. Ketika kami bertemu, dia langsung contact rekan di pesawat untuk menunggu “Bu Jannah-nya sudah ketemu,” via HT. 

Lega? Belum.

Sembari berlari kecil, mas tersebut meminta aku mengeluarkan tanda pengenal. Syukurnya, seluruh kartu-kartuku terorganize rapi tanpa perlu susah payah mencari. Tak hanya itu, begitu aku selesai check di gate, mas tersebut juga ikut mengantarkanku ke pintu masuk pesawat. Belum pernah ada petugas yang mengantarku selama ini.. Makasih mas.

Sesampainya di depan pintu, ku perhatikan wajah parsernya, sama sekali tak ada raut wajah jengkel karena menungguku. Jadi feeling guilty. Aku menyampaikan maaf ketika masuk dan dibalas dengan senyuman manis ala pramugari dari sang Parser. 

Masuk ke dalam, ku lihat semuanya sudah duduk rapi dan bahkan kompartement kabin telah ditutup seluruhnya, hanya tinggal take off. Malu aku. Tanpa melihat wajah-wajah penumpang, aku langsung duduk nun jauh di kursi nomor 41. 

Petugas ground Garuda yang mengantarkanku ketika di garbarata bilang kalau mereka sudah memanggil namaku berkali-kali, dan boardingpun telah sejak lama diumumkan. Dengan sungkan dan merasa bersalah akupun menjelaskan,

“Saya gak denger ada pemberitahuan boarding mas, makanya masih nyantai tadi..”

“Mbak nunggu dimana? Boardingnya udah dari tadi..”

“Diluar mas, area pintu keluar”

“Tadi kami diberitahu kalau mbak sudah ada di ruang tunggu, makanya saya cariin”

Makasih banget buat all staff Garuda Indonesia, ground staff maupun flight attendantnya, you’re all awesome. 

Sebenarnya, alasanku telat masuk adalah…

Karena berbincang-bincang dengan orang ini. Keasyikan ngobrol, ini itu. Bahkan banyak membahas hal-hal remeh temeh namun penuh canda. Tak jarang orang yang duduk di belakang kami memperhatikan, karena tawa kami agak keras. 

Mulai bahas obrolan tentang kerjaan, teman-teman, kucing, tikus, bahkan mantan. Eh?? 😛

Tapi walaupun mengobrol, aku mendengar dengan jelas tiap ada pengumuman. Namun, tak sekalipun ku dengar ada panggilan boarding untuk flightku. 

Waktu menunjukkan pukul 8.30 Wib. Aku pun berpamitan hendak masuk ke boarding room. Eh, malah ditahan. 

“Bentar lagi ajah, kan belum dipanggil,” ujarnya. 

“Kan jauh mas. Ntar antri masuk dan x ray check lagi..”

“Ya udah deh, ayuk.” Ajaknya seraya bangkit mengantarku ke pintu masuk.

Lantas, handphone berbunyi…

Aku diberitahu Garuda telah memanggil namaku berulang kali…

Apapun kejadiannya hari ini, semuanya harus disyukuri. Karena gak ketinggalan pesawat. Hahhaha.

Kalau dipikir-pikir, tiap kali ke bandara dianter dia, aku selalu masuk pesawat mepet-mepet waktunya. 😓

But it’s okay. Makasih udah nganterin dan nemenin aku selama di bandara. Kalau gak ada kamu, mungkin aku bakal kebosanan. 😆

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s