Resident Evil : The Final Chapter

Ini bukan resensi ataupun review filmnya, hanya sekedar ulasan pribadi sehabis nonton barusan. Yup, tadi sore rekan ngajak nonton Resident Evil The Final Chapter yang baru aja premiere beberapa hari lalu.

Sebenarnya sih lebih ingin nonton La La Land, denger-denger sih seru…tapi diajak nonton film ini, ya tak apa…hayuk ajaa…

Tau kan film ini? Film yang diangkat dari video game ini kembali menampilkan Mila Jovovich sebagai Alice.

wp-image-302801643jpg.jpgSetelah lebih kurang 14 tahun sejak Resident Evil pertama, Milla masih terlihat tangguh untuk memerankan Alice. Still tough and strong, fast and smart.

I always adore women who can fight well. Itu sebabnya Milla jadi salah satu aktris favoritku, selain Jennifer Garner, Scarlet Johanson, dll. Mereka cocok jadi petarung.

Secara singkat ceritanya kurang lebih begini… .

Alice yang berada di sisa-sisa reruntuhan Washington DC mendapatkan informasi dari Red Queen (kecerdasan buatan Umbrella Corp) bahwa T-virus ada penangkalnya, anti virus itu berada di Racoon City, kampung halaman Umbrella Corp. Tepatnya berada di pusat Hive, sistem keamanan super canggih milik Umbrella.

Tentunya Alice heran, kenapa Red Queen memberitahukan hal tersebut, mereka toh musuh. Red Queen bilang “mau tau jawabannya, datanglah kesana. Dalam waktu 48 jam kau harus segera melepaskan anti virus itu atau seluruh manusia yang tersisa akan binasa”.

Karena Red Queen menjanjikan musuh bebuyutan Alice juga ada di Hive, akhirnya Alicepun menuju ke Racoon City. Perjalanan tak mudah, aral rintangan harus dihadapi Alice.

Ditengah perjalanan Alice kembali bertemu dengan rekan seperjuangannya dulu, Claire dan kawan-kawan yang bersembunyi direruntuhan gedung. Bersama, mereka kemudian melawan Dr Isaac dan zombi-zombinya.

Tak banyak waktu yang tersisa, Alice dan rekanpun menuju Hive. Satu persatu rekan terbunuh oleh keamanan super canggih dan makhluk-makhluk buas yang ada di sana.

Red Queen memenuhi janjinya dan menjelaskan mengapa ia akhirnya berkhianat ke Umbrella (no spoiler here, you should watch it yourself).

Di akhir cerita, Alice akhirnya mampu menjawab teka-teki tentang dirinya selama ini. Mengapa sama sekali tak ada satupun ingatan masa kecil ataupun masa sebelum ia terbangun di fasilitas Umbrella.

Bisakah Alice menyelamatkan sisa-sisa populasi penduduk bumi? Well, nonton saja. Hahhaha (ala-ala no spoiler ya gini..sok-sokan bikin penasaran).

Dari awal film penonton akan dibuat terkaget-kaget. Tapi slow, gak menyeramkan kok. Kecuali kamu nonton bareng temen yang agak rese’ kayak aku barusan, akunya kaget malah dibecandain πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜†πŸ˜†

Pengambilan gambarnya dibuat layaknya film action, tapi kebanyakan fight scene tak begitu jelas karena adegan berganti-ganti gambar secepat kilat. It’s okay.

Sewaktu nonton filmnya jangan lupa bernafas ya.. Soalnya tadi beberapa kali tersadar kalau aku sempat menahan nafas sesaat.

Durasi film hampir 2 jam bisa dibilang tak begitu terasa, filmnya menegangkan dan bikin cemas. Menduga-duga di adegan mana lagi yang akan muncul kaget-kagetan.

Tadi kami nonton almost midnite (21.45 pm) awalnya masuk bioskop agak ngantuk-ngantuk, tapi begitu keluar langsung segar. Efek filmnya.

Tipsnya, jangan nonton sama temen yang rese yah… Hahaha. Ajak temen yang prihatin gitu kalau kita kaget, bukannya malah dibecandain. 😀😝😝😝😝

Batam, 28 Januari 2017
00.30

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s