Bukan Filosofi Kopi

Pagi ini layaknya pagi-pagi sebelumnya, group di smartphone berdentang denting. Pun demikian dengan group bentukan calon-calon RM kece se-SKM, Underground CAP 2.

Postingan berikut di-post oleh si ketua kelas, mas Andika. Mudah-mudahan beliau berkenan namanya tidak disamarkan. ^.^

Copas dari group sebelah :

Berumah tangga itu ibarat ngopi. Takarannya gak melulu pas. Kadang manisnya lebih terasa, suatu waktu pahitnya pun dominan. Jangan kau hindari. Nikmati saja hingga suatu saat kau terbiasa.
Ketika rumah tanggamu sudah jadi candu bagimu, maka percayalah bahwa gak ada regukan yg lebih nikmat di luar sana.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Harga kopi di kafe tentu beda dengan harga kopi di warung, meski rasanya sama.
Karena yg dibeli sebenarnya bukan semata-mata kopinya, melainkan suasananya.
Karena itu mahalkanlah suasana rumah tanggamu. Buatlah berkualitas setiap waktu kebersamaanmu.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.

Jika kau hanya mau manisnya saja, jangan ngopi, tapi minumlah sirup.
Sirup adalah rasa manis yg dinikmati oleh mereka yg memutuskan pilihan hidup single. Gak ada pilihan lain selain manis. Memang manis, tapi tentu saja gak senikmat kopi.
Demikian pula jika kau hanya menikmati sensasi pahitnya saja. Jangan ngopi, tapi minumlah jamu. Nah itulah jomblo.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Para pengopi adalah orang-orang yg terlatih dalam menakar hidup. Istri pemasak airnya, suami baristanya. Dibutuhkan kerja sama yg cermat mulai dari proses hingga hasil.
Orang-orang hanya boleh melihat asap yg mengepul dan aroma yg wangi, tanpa perlu tau gimana berantakannya dapurmu.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Soal rasa yg utama. Nikmatnya ada di permukaan, ampasnya cukup kau sembunyikan, jika perlu endapkan hingga ke dasar terdalam gelasmu. Jangan kau umbar pada siapapun bahkan ke orang-orang terdekatmu.
Jika rumah tanggamu ibarat kafe besar, tentu saja konyol membagi rahasia racikanmu.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Kadangkala ada pihak ke tiga yg mencampuri, otomatis menambah gurih, tapi bisa pula sebaliknya. Taruhlah seperti krimer atau susu. Jika krimer atau susunya kebanyakan, maka berpotensi mengurangi kenikmatan.
Krimer itu bisa berwujud saudara atau ipar-ipar, sementara susu itu anggap saja mertua.
Campuran lain yg mematikan adalah sianida. Kalo yg ini sudah pasti mantan. Maka buang jauh-jauh. Pastikan gelasnya bersih sebelum menuang kopi yg baru.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Kau tentu gak sudi jika ada yg mencoba mengaduk kopi di gelas istrimu. Tapi sebaiknya kembalikan juga pada dirimu, apa kau yakin gak pernah menikmati adukan kopi yg lain?
Demikianlah cemburu. Akarnya adalah ketidaknyamanan.
Jangan sepelekan selingkuh-selingkuh kecil, karena ia adalah awal pengkhianatan terhadap kasih sayang.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Jangan berharap kesempurnaan pada segelas kopi yg murahan.
Jangan menuntut berlebihan, jika kau sendiri main belakang.
Kau tanamkan pada istrimu definisi setia, sementara kau sibuk menjempol foto profil wanita.
Jika bersama, kau bermanja-manja, oh my wife.. Oh my wife.. Tapi jika ia gak ada, kau berasyik masyuk dengan bigo live.
Lalu kesetiaan mana yang kau maksud?

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Kebanyakan ngopi di café, niscaya akan membuatmu merasa hambar pada kopi di rumah.
Kebanyakan urusan diluar, biasanya akan membuatmu gak peka pada masalah internal.
Jika istrimu bermuka masam, cari tau jangan hanya diam.
Mungkin ia lelah, mungkin pula kau ada salah.
m>Sesekali-rengkuhlah ia dari belakang, belai rambutnya, dan bisikkan lembut di telinganya:

“Sayang…postingan tas yang waktu itu kau jempol di OLShop, sekarang sudah pre-order loh, mau aku transferin?”

Happy internasional coffee day.
Happy Happy family every day.

Kopi boleh pahit, rumah tanggamu jangan..

(sumber : tidak diketahui)

Banyak artikel-artikel serupa yang bernada kurang lebih sama, masalah keluarga. Tapi yang menarik karena analoginya adalah kopi, salah satu minuman terbaik selain teh (in my opinion).

Masalah keluarga sebetulnya jauh lebih pelik dibandingkan secangkir adukan kopi, dan hal itu akan menjadi kuadrat kalau tidak ditangani secara tepat.

Nah, satu lagi yang cukup jadi fenomena, aplikasi Bigo Live. Aku tak begitu mengerti fungsi aplikasi ini, tapi pernah lihat sebab beberapa teman kantor punya dan suka streaming (untuk yg ini tak perlu rasanya menyebutkan nama mereka). Intinya app ini berisi broadcaster yg umumnya cewek cantik plus aduhai. User cukup terkoneksi dengan internet dan menonton broadcasternya beraksi.

Hati-hati aja menderita baper tingkat dewa atau yang lebih parah ketauan istri dirumah. 😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s