Resensi #9: Cinta. (Baca: Cinta dengan Titik) By Bernard Batubara

Judul           : Cinta.
Pengarang : Bernard Batubara
Genre         : Drama, Romance

image

Mengapa cinta membuatku mencintaimu, ketika pada saat yang sama kau mencintai orang yang bukan aku?
Ketika telah membuka hati, aku pun harus bersiap untuk kehilangan lagi.
Apakah setelah cinta memang harus selalu ada air mata dan luka hati?
Kalau begitu, bagaimana kalau kita bicarakan satu hal saja. CINTA.
Tanpa ada yang lain setelahnya. Kita lihat kemana arahnya bermuara.



Ringkasan
Kisah cinta dalam novel ini terbilang sederhana, tak ada bagian cerita yang begitu wow. Bahkan bisa dibilang agak datar. Tapi puisi-puisi yang dituliskan disini bagus… manis, dan romantis. Penulisnya, Bara (panggilan akrab Bernard) pasti suka Maroon 5, karena banyak sekali lirik lagu band itu dibeberapa babnya. Maybe Maroon 5 songs are his muse.

Nessa ketika itu di pesawat menuju Jogja, sepulang dari menghadiri resepsi pernikahan teman baiknya, Bian. Secara kebetulan seorang pria bernama Demas duduk tepat disebelahnya di kursi penumpang, dan memperhatikan bacaan Nessa yang terbilang unik, kumpulan Soneta Pablo Neruda. Perkenalan mereka berlangsung singkat tanpa meninggalkan kesan apapun, setidaknya bagi Nessa.

Sesampainya di Jogja, Ayah Nessa menyampaikan maksudnya untuk mencoba mengenalkan putra temannya kepada Nessa. Sebab meski telah cukup umur dan hampir semua teman Nessa telah menikah, putri tunggalnya itu belum memiliki siapapun. Kesendirian Nessa bukan tanpa alasan, pernikahan tidak harmonis antara ayah dan ibunya membuat dirinya tak lagi percaya keajaiban cinta, dan mengganggap kesendirian jauh lebih bermakna ketimbang bersama tapi menyiksa, seperti kedua orang tuanya yang telah berpisah karena ibunya selingkuh.

Pada suatu kesempatan, Nessa terpaksa bertemu dengan Endru. Pria yang dipilihkan oleh ayahnya. Endru ini tipikal pria khas eksekutif muda, tampan, mapan, plus player lah. Tapi yang paling membuat Nessa tak suka adalah tampang dan sikapnya super menyebalkan.  Mereka berdua memang tidak tertarik dengan perjodohan, jadi keduanya hanya mencoba menjalin hubungan layaknya teman, demi kedua orang tua. Belakangan kita ketahui, ayah Endru juga berselingkuh dan meninggalkan ibunya, kejadian itu membuat mereka merasa “senasib”. Yang satu ditinggal ibu, sedangkan satu lainnya ditinggal ayah.

Pekerjaan sebagai freelance copy writer dianggap Nessa belum cukup stabil, sehingga dirinya memutuskan menerima tawaran pekerjaan dari Demas, pria di pesawat. Dalam beberapa kali perjumpaan mereka semakin dekat. Meskipun posisi editor yang diinginkan Nessa sudah didapatkan orang lain, Demas tetap mengajaknya bekerja sama untuk proyek pribadinya, Artventurer. Semacam website explore khusus seni dan sastra.

Keduanya semakin dekat, sama-sama pecinta buku dan puisi. Pekerjaan Dimas sebagai kepala penerbit buku membuatnya tahu betul buku-buku apa yang disukai Nessa. Mereka berencana melakukan liputan bersama ke Solo, namun sayang acara usai sebelum mereka tiba dikota itu. Alhasil, keduanya meninkmati jalan-jalan di Solo. Bercanda, tertawa, saling berbagi kisah, dan…mulai jatuh cinta.

Masalah mulai timbul ketika belakangan diketahui bahwa Demas sudah memiliki tunangan, pramugari cantik bernama Ivon. Nessa menganggap Demas telah membohonginya dan minta berpisah. Dengan berbagai cara Demas mempertahankan Nessa disisinya, termasuk menyembunyikan hubungan mereka dari Ivon.

Pergulatan batinpun terjadi dalam diri Nessa. Dirinya yang membenci pihak ketiga dalam hubungan orang lain malah menjadi orang ketiga. Di sela-sela kegalauan itu, Endru selalu setia mendengar setiap curhatan Nessa. Jika diminta datang, tak peduli tengah malam, dirinya segera tiba. Sudah bisa diprediksi, ujung-ujungnya Endru mulai merasakan arti penting Nessa dalam hidupnya.

Endru dan Nessa mulai dekat, karena mereka saling menyukai puisi. (Tokoh-tokoh kita disini semuanya penyuka puisi, hmmm… tipikal).
Singkat cerita, Nessa tidak bisa menerima cinta Endru, karena masih mengharapkan Demas.

Nessa galau, Demas terus menerus meyakinkan Nessa untuk kembali padanya. Hubungan backstreet dijalani beberapa saat, dan Nessa tak tahan selalu merasa disembunyikan dari dunia. Keduanya berpisah.

Setelah setengah tahun, Endru mampir ke rumah Nessa dan mengatakan dirinya akan menikah dengan perempuan lain, Vina yang sudah dikenalnya beberapa lama.

Demas datang kembali dalam hidup Nessa, setelah pergi 6 bulan ke Australia. Hubungan pertunangannya dengan Ivon telah dibatalkan sejak berbulan-bulan lalu. Ia bermaksud untuk mengajak Nessa kembali, to stay with him.

Singkat cerita, mereka bersama….
End.

Opini pribadi
1. Ceritanya flat, datar dari awal sampai akhir. Tak ada yang benar-benar klimaks disini. Yang banyak adalah bagian kegalauan Nessa, bagaimana dia berkutat dengan hati dan pikirannya.
2. Penggambaran karakter kurang kuat. Aku sebagai pembaca kesulitan mencari tokoh yang bisa disenangi. Karena baik Nessa, Dimas dan Endru kurang menarik perhatian pembaca.
3. Seperempat akhir buku benar-benar membosankan. Aku cukup kesulitan menyelesaikan novel ini. Kurang menarik dan ceritanya sudah bisa ditebak.
4. Beberapa dialog antar tokoh cukup lucu, setidaknya cukup memberikan humor bagi pembaca.
5. Puisinya, mantap! Ku acungi jempol untuk puisi-puisi di buku ini. Meskipun beberapa puisi dikutip dari Pablo Neruda, Bara mengutip bagian-bagian terbaiknya. Beberapa quote buatan Bara juga tak kalah bagusnya. Bagian yang paling ku suka ketika Endru dan Nessa bermain kata-kata berupa puisi singkat. Dan, puisi Demas juga tak kalah manisnya.
6. Sudut pandang cerita berganti-ganti dari Nessa, Demas ke Endru. Jadi pembaca bisa tau seluruh kisah dari ketiga tokoh.
7. Terlalu banyak lirik Maroon 5 disini….

Sekian reviewku untuk buku ini. Sekali lagi, review ini hanya berdasar opini pribadi.
Lebih baik baca sendiri bukunya, dan rasakan sensasinya.

Rating pribadiku untuk buku ini:
5 dari 10. (Puisi-puisinya jadi nilai tambah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s