Things to do sebelum take off dari Batam

Salah satu teman kantor hari ini pindah, kak Asia. Tujuan selanjutnya ke Ibukota, Jakarta. Batam – Jakarta tak jauh memang, tapi kalau tak ada special occasion nampaknya akan lama mampir kesini lagi.

Hal ini membuat aku berpikir, status kami yang merangkap sebagai pegawai nusantara mengharuskan kami berpindah dari kota satu ke lainnya, antar kota antar propinsi dan lintas pulau. Kalau SK sudah bicara, awakpun payah cakaplah.

Kali ini giliran kak Asia, selanjutnya siapa tahu? Bisa jadi dia, mereka atau bahkan aku.
Tak ada hal yang bisa aku keluhkan dari Batam, tak ada. Hanya saja aku belum merasa keterikatan batin dengan kota ini.
Kotanya oke, lingkungannya asyik, tempat gaul banyak, mau traveling dekat. Tapi….ada yang kurang, apa itu? Aku pun tak tahu.
Jika ada yang tanya, apa aku ingin pindah?
“Iya”
Kemana?
“Entahlah, Medan mungkin? Disitu keluargaku. Tapi kalau ada opsi lebih baik, aku mau”.

Bulan lalu, kantor pusat mengirimkan email yang ditunggu-tunggu yaitu daftar pilihan lokasi kerja, jadi kita dibebaskan memilih 3 propinsi yang diinginkan untuk penempatan. Waktu itu deadlinenya 5 hari, tepat jatuh ditanggal 25 Feb 2016. Karena bimbang dan lain hal, aku lupa mengisi pilihan hingga tanggal yang ditetapkan.
Gara-gara satu kelupaan yang fatal, kesempatan pindah mungkin saja melayang. 3 hari moodku rusak karena hal itu, kesal…bukan pada orang lain tapi diri sendiri.

Mungkin aku diberi kesempatan sedikit lebih lama menikmati Batam.

Tapi, kalau-kalau aku dipindahkan dari Batam, ada beberapa hal yang sangat amat ingin aku lakukan sebelum angkat kaki dari pulau ini.

1. Naik ke menara mesjid Jabal Arafah
Mesjid ini berada tepat disebelah lingkungan kantorku dan menaranya menjulang tinggi, untuk naik ke atas puncaknya disediakan tangga dan lift. Dari atas sana konon katanya pemandangan sekota Batam kelihatan eksotis.
Nah, kebayang kan pemandangan kota dilapisi langit pas sunset pesonanya kayak apa?  Sunset di kota Batam dari puncak menara, pasti luar biasa. Itu yang ingin aku lihat.
Yang istimewa, untuk sampai dipuncak hanya dipungut biaya masuk Rp.5000 perorang, dengan lift pula. Sayangnya setelah 9 bulan di Batam sekalipun aku belum pernah coba, padahal letaknya tepat sebelah kantor yang ku datangi tiap hari.

2. Trip ke Pulau Abang
Sejak awal di Batam, begitu banyak orang yang bercerita tentang indahnya, telah begitu banyak blog yang kubaca tentang pesona pulau ini, pulau Abang. Tapi sampai sekarang, belum ada yang sudi menemani.
Ibaratnya, aku sudah kepalang jatuh cinta setelah saban hari dicecoki gambar, cerita dan berita tentang si pulau. Tapi sampai sekarang belum sekalipun berjumpa. Jatuh cinta karena mendengar cerita, sayang belum bersua.

Berdasarkan hasil pencarian di google, pulau Abang ini berlaut biru, pasir putih, dan masih banyak terumbu karang di dasar lautnya. Pantaslah dijadikan objek snorkeling para pecinta alam.

Sebelum keluar dari Batam, meski cuma satu kali aku ingin menjejakkan kaki di pulau ini.

3. Hunting foto di Barelang
Meskipun sudah berkali-kali ke jembatan Barelang, indahnya masih tetap sama. Perpaduan laut biru, bentangan langit dan jembatan yang memanjang kokoh penghubung pulau Batam, Rempang dan Galang.

Foto yang pernah aku take biasanya pakai kamera HP. Hasilnya bagus, tapi alangkah lebih bagus lagi kalau dengan DSLR.
Hunting foto disini, harus itu!

4. Makan seporsi Baby Kaylan.
Aku tak pernah mengenal ataupun dengar tentang sayuran bernama Baby Kaylan sebelum di Batam. Jadilah aku pikir sayur ini khas Batam, tapi sepertinya tidak karena tak ada kebun sayur disini.
Whatever, mumpung saat ini aku sedang berusaha jatuh cinta dengan sayur makanya menghabiskan satu porsi baby kaylan masuk dalam daftar wajibku.

5. Bawa keluarga liburan di Batam
Tak lengkap rasanya kalau tak menyertakan keluarga disetiap kota yang pernah aku tinggali. Dulu di Payakumbuh dan Bukittinggi, sekarang Batam.
Insya Allah, akan terwujud 25 Maret mendatang.
Rencananya liburan singkat ini berlangsung hanya 3 hari, 2 hari di Singapore dan sehari di Batam.

Yup, itu dulu daftar wajib yang harus “done” sebelum cabut ke tempat lainnya. Karena makin panjang listnya, makin susah mewujudkan semuanya.

Aku siap pindah dan dipindahkan, hanya saja alangkah baiknya jikalau dipindahkan ke tempat yang jadi impian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s