Resensi #8: I Can See You By Karen Rose

Judul           : I Can See You

Pengarang : Karen Rose

Genre         : Detective, Thriller

6939762

Eve Wilson pindah dari Chicago ke Minneapolis setelah nyaris mati dua kali. Kini ia berusaha memulai hidup barudan mendedikasikan dirinya untuk membantu orang lain. Namun ketika para subjek penelitiannya tentang pemain game online mulai ditemukan mati bunuh diri dengan dandanan seperti pelacur, mata dilem supaya tetap terbuka, dan meninggalkan sepasang sepatu merah, Eve tahu ada yang tidak beres. Ia pun bersedia mengambil resiko bekerjasama dengan pria yang diam-diam telah mencuri hatinya, Detektif Noah Webster.

Noah yang sedang memulihkan diri dari kecanduan alkoholnya berusaha untuk menemukan benang merah yang menghubungkan kasus terbaru itu. Sayangnya kasus terbaru tersebut berkaitan erat dengan Eve, wanita yang menggugah hatinya sejak kematian istrinya, tapi tidak bisa ia dekati karena keraguan dan ketidakyakinannya sendiri.

Saat mereka semakin dekat dengan identitas si pembunuh, tanpa mereka sadari si pembunuh justru tengah mengincar mereka. Bagaimana mereka bisa menduga siapa korban berikutnya ketika si pembunuh sepertinya selalu selangkah didepan mereka. Berhasilkan mereka menangkap pembunuh tersebut sebelum salah seorang di antara mereka menjadi korban? Dan mampukah mereka menyembuhkan masa lalu dan menciptakan masa depan bersama-sama?”

Noah Webster si detektif tengah berada di TKP bunuh diri, namun ada yang berbeda dari TKP yang satu ini. Martha Brisbane ditemukan tewas tergantung di rumah kontrakannya, berdandan ala pelacur mengenakan dress merah. Stiletto merah runcingnya berada tak jauh dari tempat jasadnya, jendela kamar dibuka membuat tim forensik menjadi kewalahan menentukan waktu kematian korban sebab cuaca mendekati 0 derajat. Ada yang tak biasa dari TKP bunuh diri ini, mata korban di lem membelalak terbuka, dan Noah langsung tahu ini bukan kasus biasa.

Sementara itu, Eve Wilson seorang mahasiswa pascasarjana yang juga bekerja paruh waktu sebagai bartender di pub, nyari mengalami kematian dua kali karena penganiayaan yang terjadi padanya 6 tahun lalu. Eve senantiasa memperhatikan pengunjung bar-nya, terutama satu orang pria, Noah Webster yang diam-diam telah mencuri perhatiannya sejak pertama kali pria itu mengunjungi bar ini. Namun, ucapan yang pernah didengarnya dari pria itu hanya “terima kasih”, lebih dari setahun.

Kedua tokoh utama sedari awal memang memiliki ketertarikan satu sama lain, namun tak ada yang berani memulain. Noah bahkan sudah bertekad tak akan datang lagi ke bar tersebut, sebab ia semakin tertariklah dirinya akan alkohol yang telah lama berusaha dihindari.

Mereka berdua tak sengaja bertemu di rumah Martha Brisbane, korban pembunuhan. Noah sebagai tim penyidik, dan Eve mengenal Martha karena wanita itu salah satu respondennya dalam game virtual Shadowland. Eve awalnya khawatir karena kasus bunuh diri Martha berkaitan dengan penelitiannya yang dikerjakannya membuat Martha ketergantungan akan game virtual sampai menghabiskan 18 jam sehari hanya untuk online. Tapi setelah mendapat penjelasan Noah, Eve tahu bahwa itu bukan salahnya, tapi tak lantas membuat Eve lega sepenuhnya.

Eve sadar terbunuhnya Martha ada kaitannya dengan penelitian yang sedang dikerjakannya, maka ia bercerita tentang tes subjek acak di Shadowland. Eve bahkan memiliki daftar responden yang maniak game online. Christy Lewis salah satunya, ditemukan tewas keesokan harinya. Keadannya juga tak berbeda jauh dengan Martha. Bergaun merah, stiletto merah, namun ada gigitan ular di kakinya.

Kecurigaan Eve semakin terbukti sebab entah bagaimana ada pihak luar yang mengetahui identitas reponden tes acak tersebut. Penyidikan Noah tak terlepas dari bantuan Eve, yang mengungkap bahwa si pembunuh tahu persis fobia masing-masing korban. Matha ditenggelamkan dalam air, dan Christy di gigit ular derik. Penyidikan demi penyidikan terus berlanjut, dan sejauh ini sudah dua wanita yang tewas dengan modus serupa.

Noah dan Eve semakin dekat, bahkan dalam hitungan hari mereka lebih dekat dibanding setahun ke belakang. Eve dan Noah mulai berbagi cerita kehidupan masa lalunya, pengalaman-pengalaman nyaris mati dan bagaimana rasanya kehilangan keluarga.

Melanjutkan proses penyidikan, Eve menelusuri di dunia Shadowland dan Noah mencari di dunia nyata, dan satu wanita lagi tewas. Tak tinggal diam, Noah membuka berkas-berkas pembunuhan akhir-akhir ini dan menyadari bahwa Martha bukan korban pertama, melainkan ketiga. Berarti telah ada 4 wanita yang dibunuh, semuanya dengan modus sama dan dibius terlebih dahulu.

Singkat cerita, telah ada enam korban meninggal dengan cara serupa. Kini nyawa Evepun terancam, dirinya diculik tepat ketika berada di kantor polisi. Noah panik, khawatir Eve akan jadi korban ketujuh.

Dengan mengumpulkan berbagai petunjuk, meminta bantuan polisi luar kota dan tidak mengesampingkan informasi secuil apapun, Noah mampu menemukan lokasi penyekapan Eve. Ternyata, si pembunuh tak lain adalah Psikolog kepolisian, Carleton Pierce. Mr. Pierce telah melakukan pembunuhan selama 30 tahun terakhir, dimana semua jasad korbannya dikubur dalam lubang galian di bawah tanah. Setiap korban yang dibunuh, selalu ada souvenir yang diambil,kebanyakan sepatu. Di ruang bawah tanah tersebut tersusun banyak rak sepatu, kebanyakan wanita. Dan ketika kasus terungkap, kepolisian bahkan tak sanggup membayangkan berapa banyak mayat dan tengkorak yang ada di lubang tersebut.

 Review:

  1. Jalan cerita terkesan lambat, sebab pembunuh baru terungkap setelah si pembunuh merampungkan proyeknya. Si pembunuh memang merencanakan membantai 6 orang wanita, dan seluruhnya terlaksana. Eve hanya tambahan akan obsesinya.
  2. Hubungan Eve dan Noah terkesan ekspress. Sebab sebelumnya mereka hampir tak pernah tegur sapa, namun dalam dua hari mereka langsung dekat.
  3. Pembunuhannya sadis, ini yang menjadi salah satu keunggulan novel ini. Aku bahkan sampai menghayal kondisi korban ketika membacanya, serem.
  4. Tersangka adalah orang yang tak terduga, tapi karena perannya yang sedikit sekali muncul di awal dan tengah cerita, jadi pembaca memang cukup sulit menebaknya.
  5. Tokoh-tokoh yang dilibatkan terlalu banyak, teman-teman kolega Noah, dan keluarga besar Eve. Aku harus membolak-balik halaman, untuk tahu siapa ini siapa itu.

Untuk yang menyangka ini novel romantis khas Herlequin, salah besar. Romantisme, tak terlalu ditonjolkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s