Menjejak di Negeri Sakura

Alhamdulillah, pada tanggal 23 Januari 2014 lalu, aku berkesempatan menjejakkan langkah di negeri Sakura, Jepang. Aku tidak sendirian, pada perjalanan kali ini aku ditemani begitu banyak teman-teman baru, sekitar 40 orang.

Perjalanan ini bermula dari twitternya mbak Claudia Kaunang. Kenal dia?

Mbak Claudia Kaunang, atau lebih akrab disebut Mbak CK adalah seorang penulis budget traveling, seperti “Rp. 3 juta keliling Korea dalam 9 hari”, “Rp. 2 juta keliling Thailand, Singapore, Malaysia” dan banyak buku travelling lainnya. Tapi, fokusnya adalah budget traveling.

Mbak CK selalu mengajarkan bahwa traveling is possible! Dan hal tersebut dibuktikannya sendiri. Dia bekerja di perusahaan multinasional yang berkedudukan di Singapore dan Jakarta, namun mbak CK berkesempatan keliling dunia sambil bekerja dan juga menulis buku.

Singkat cerita, aku yang sedari dulu memang ingin jalan ke luar negeri lantas penasaran dan membeli beberapa bukunya mbak CK. Tak cukup hanya itu, aku pun juga follow twitternya @ClaudiaKaunang, dan isinya selalu saja tweet yang bikin iri, apalagi kalau bukan perjalanannya keliling dunia.

Nah, pada awal bulan November 2013, mbak CK melalui akun twitternya mengumumkan bahwa Januari 2014 akan diadakan trip bareng CK winter. Tujuan awalnya adalah Korea atau Jepang, yang mana peminatnya lebih banyak maka tujuan tersebutlah yang akan diadakan. Ini bukan pertama kalinya mbak CK membuat acara trip bareng, tahun 2013 saja tercatat tak kurang dari 8 kali dia mengadakan perjalanan yang bertajuk “Trip Bareng CK”, diantaranya Thailand, Eropa, Korea, Jepang, dll.

Pendaftaranpun dibuka, dengan beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi. Pendaftaran hanya berlangsung seminggu dari tanggal pembukaan. Aku langsung mendaftar dengan mengirimkan email ke TripBarengCKKorea@gmail.com, karena memang awalnya aku lebih berniat ke Korea.

Namun, pada hari ke-4 dari pendaftaran, mbak CK nge-tweet yang isinya kurang lebih ,”Sepanjang saya mengadakan trip bareng, baru kali ini peminat ke Jepang lebih banyak dibandingkan ke Korea”.

Blegh!

Alamat terancam gagal jalan nih, karena mbak CK ngasih bocoran bahwa Jepang lebih banyak peminatnya. Tentunya aku tidak mau ketinggalan, sudah kepalang basah mending sekalian aja daftar ke Jepang. Dan hari itu juga akupun mengirimkan email pendaftaran ke TripBarengCKJapan@gmail.com.

Hari pendaftaranpun di tutup, aku mendapatkan email balasan dari Trip Jepang yang menyatakan bahwa aku berkesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam trip tersebut dengan mengisi formulir pendaftaran yang dilampirkan, fotokopi Passport, bukti struk pembelian buku CK, dan cicilan pembayaran uang trip. Oh ya, dana yang diperlukan sekitar USD 375, tidak termasuk tiket pesawat dan visa untuk 4 hari di Jepang. Mbak CK memberikan keringanan pada peserta dengan pembayaran tiga kali cicilan. Masing-masing USD 125 tiap kali bayar, perbulan. Jadwal keberangkatan yaitu tanggal 23 – 27 Januari 2014 berarti masih ada waktu 3 bulan untuk menabung :p

Perjalanan yang dijadwalkan mbak CK adalah sejak tanggal 23 Januari 2014 sampai 27 Januari 2014, namun aku dan beberapa orang lainnya berencana untuk extend lebih lama. Kan sayang udah susah-susah ke Jepang masa cuma 4 hari, mana cukup. Mungkin ini perjalanan sekali seumur hidup, makanya harus dimaksimalkan selagi bisa. Biaya yang aku keluarkan selama extend tidak termasuk dalam paket perjalanan mbak CK. Akhirnya setelah berdiskusi dengan beberapa anggota, kami memutuskan extend sampai dengan tanggal 29 Januari 2014 (6 hari).

Setelah minta ijin dari ortu dan Alhamdulillah diijinkan, maka segeralah aku lengkapi segala persyaratan yang diminta, dan pengurusan visa mulai dilakukan. Visa Jepang tidak harus diurus di Kedutaaan Besar Jepang di Jakarta, karena beberapa kota lainnya juga memiliki konsulat Jepang. Kota asalku, Medan juga memiliki konsulat Jepang sehingga pengurusan visa lebih mudah. Masalahnya adalah aku bekerja di Sumatera Barat, dan tidak bisa mengambil ijin untuk mengurus visa. Namun berkat informasi dari Mbak Sukma (salah satu rekan seperjalanan dari Medan juga) yang merekomendasikan travel agent di Medan untuk membantu mengurus visa tanpa perlu aku hadir di kantor konsulat tersebut. Biayanya juga relatif murah, harga normal visa Jepang single entry Rp. 350 ribu dan biaya tambahan sebesar Rp. 75 ribu sehingga dana yang aku keluarkan Rp. 425 ribu.

Satu hal lagi, pengurusan bisa Jepang di Medan hanya memakan waktu 2 hari saja. Cepat sekali bukan?!!

Kebutuhan-kebutuhan perjalananpun mulai dikumpulkan, surat ijin cuti mulai dilayangkan ke pimpinan, dan lagi-lagi alhamdulillah perjalananku dipermudah. Aku dikelilingi oleh orang-orang baik ternyata ^_^

Sejak bulan Desember hingga hari H, teman-teman se-trip membentuk komunitas ‘Trip CK’ di BBM, di WhatsApp juga ada tapi aku ikutan yang BBM saja. Grup itu rame sekali, sibuk membahas ini itu kebutuhan perjalanan, mulai dari coat, sepatu boots, makanan, Yen, dll. Makin hari semakin tidak sabar, malah ada anggota yang rajin menghitung mundur tiap harinya. Meski kami semua tidak saling kenal mengenal, namun dari BBM yang intens seolah sudah kenal baik.

Hari H tiba, tanggal 23 Januari 2014 (Kamis) aku janjian dengan Mbak Sukma dan Mas Danang (pasangan suami istri) yang juga berangkat dari Medan untuk ketemuan di Kuala Namu Internasional Airport. Sehari sebelumnya aku terlebih dahulu pulang dari Padang ke Medan.

Begitu ketemu mbak Sukma di mushola, aku langsung tahu itu dia. Feels like meet an old friend, berasa udah kenal lama banget. Soalnya anggota grup yang paling intens BBM denganku ya dia.

Air Asia tepat berangkat pukul 17.55 WIB untuk tujuan Kuala Lumpur (transit) dan pesawat ke Osaka (meeting point dengan mbak CK) akan berangkat pukul 01.00 waktu Kuala Lumpur. Perjalanan selama 45 menit di udara terasa lancar dan kamipun tiba di LCCT, menunggu teman-teman lain yang juga transit di kota yang sama.

Menit-menit berikutnya makin banyak penumpang yang masuk ke LCCT, beberapa anggota trip telah aku kenali karena foto-foto DP mereka yang dipajang. Dan begitu ada penumpang di LCCT yang membawa-bawa jaket tebal, memakai sepatu boots, dan syal, aku langsung bisa mengenali dan menegur, “Hai, ikutan trip mbak CK juga ya?”, “Iya!”

Hampir seluruh anggota telah berkumpul, yang terbang dengan Air Asia semuanya ketemu di sini. Oh ya, cuma ada 2 orang perserta laki-laki yaitu Mas Danang (suami mbak Sukma) dan satunya lagi Mas Panji. Mungkin kedua pria ini nantinya bisa membantu banyak hal… Heheheheh

Pukul 11.30 waktu setempat (KL) kami dihimbau untuk memasuki ruang tunggu dan tepat pada pukul 01.00 pesawat kami lepas landas dari LCCT menuju Kansai Internasional Airport  di Osaka. Penerbangan ini memakan waktu sekitar 6 jam dan dijadwalkan akan mendarat pada pukul 08.20 pagi waktu Kansai.

Bagaimana perjalanan selanjutnya setelah mendarat, nantikan…

5 thoughts on “Menjejak di Negeri Sakura

  1. Mbak, maaf, boleh tau no hp/bbm nya? Saya mau tanya soal trip bareng ck krn saya sdh daftar & transfer tp blm dpt kabar…
    Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s