Senyum Tanpa Palsu

Image

Lihat senyumnya. Bisakah kalian, tersenyum seperti itu? Seberkas senyum kepolosan, yang tak kenal beban, tanpa paksaan, hanya senyum yang membahagiakan. Bahagia baginya, membahagiakan yang melihatnya.

Senyum itu, berasal dari hatinya. Bukan dari atasan yang mengharuskan seorang pembaca berita untuk terus tersenyum sepanjang acara, bukan pula petugas teller bank yang terpaksa senyum meski jengkel pada nasabah. Bukan pula model yang senyumnya sesuai dengan bayarannya.

Tidak, sama sekali tidak. Senyum itu berasal dari seorang anak kecil yang bahkan belum mengerti fungsi uang selain untuk alat tukar beberapa kue dan penganan kecil, sepotong kue dan segelas es, mungkin itulah definisi uang bagi dirinya.

Bisakah kita tersenyum seperti itu? Bisa, kita juga tersenyum seperti itu ketika seusianya. Hanya saja senyum itu mulai terenggut seiring waktu. Semakin dewasa, semakin nyatalah alasan-alasan dibaliknya. Senyum tuluspun menjelma diselingi kepalsuan, sedikit demi sedikit.

Tersenyumlah, klise katanya. Tidak, sama sekali tidak. Tersenyumlah sesukamu. Tersenyumlah selagi mau, tersenyumlah selagi ada waktu. Bukan untuk pekerjaanmu, bukan untuk klienmu, tapi untuk dirimu. Seperti seorang gadis kecil yang begitu gembira ketika dibelikan mainan baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s