Resensi #6-2: The Son Of Neptune Part 2

Image

 

Keahlian Percy bertempur, kemampuan Hazel membentuk lorong dalam tanah dan tentunya dengan taktik Frank, mereka bertiga menjadi pahlawan bagi kohort V malam itu, kemenangan besar milik mereka.

Namun, ada kejadian aneh. Gwen, salah satu anggota Kohort V yang seharusnya mati karena dadanya tertembus tombak, malah tak merasakan perubahan apapun. Di tengah kehebohan mereka, muncul sesosok Dewa yang kemudian diketahui bernama Mars (Yunani disebut Ares). Mars mengabarkan Thanatos –Dewa Kematian-  telah dibelenggu oleh raksasa, itulah sebabnya Gwen tidak meninggal. Kemudian mendadak si dewa Mars memberikan mereka misi.

“Kalian akan pergi ke utara dan mencari Thanatos di Negeri Nirdewa. Kalian akan membebaskannya dan membatalkan rencana para Raksasa. Hati-hatilah terhadap Gaea! Hati-hatilah terhadap putranya, Raksasa tertua!” misi ini harus dipimpin Frank, yang tak lain adalah anaknya. Mars memberinya tombak bergigi naga yang hanya bisa digunakan 3 kali sampai Frank mampu menguasai bakat pemberian ibunya (pembaca dibuat penasaran apa maksud bakat yang dimiliki Frank itu, akan terjawab menjelang akhir cerita).

Diambillah keputusan bahwa yang akan menjalani misi itu tak lain adalah Frank, Percy dan Hazel. Sebelum berangkat, Reyna memberikan cincin sebagai tanda mata untuk pengenal kepada bangsa Amazon. Keesokan harinya mereka berangkat, hanya dengan kapal super kecil namun untungnya Percy si putra Neptunus mampu mengendalikan air laut dan mengendalikan jalan kapal tersebut. Hazel mabuk laut dan lantas pingsan kembali ke masa lalu. Ia tengah berada di sebuah gua bersama ibunya, tempat dimana Gaea menyuruhnya membangunkan raksasa dari dalam bumi. Ya, Hazellah yang membangkitkan raksasa putra Gaea, namun ketika menyadari kesalahannya Hazel menenggelamkan gua itu jauh ke dalam tanah. Hazel dan ibunya meninggal, begitu pula dengan raksasa yang batal bangkit. Hazel kembali ke dunia sebab Pintu Ajal dibuka dan Thanatos ditawan.

Petualangan terus berlanjut, sesaat setelah mendaratkan kapal tiba-tiba Hazel diculik sejenis roh biji-bijian. Percy dan Frank sempat kewalahan namun berhasil mengalahkan sekawanan Karpoi itu. Tak hanya itu, setelahnya mereka menyaksikan sepasukan penuh raksasa, cyclop, dan monster lainnya berjalan menyerbu ke arah perkemahan. Percy yakin Reyna telah mempersiapkan pasukan pertahanan di perkemahan, sehingga mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Mereka bertemu dewi Iris – Pelangi – , Frank mendapat banyak pelajaran diantaranya ingatan-ingatan akan nasehat ibu dan neneknya. Dari Iris diketahui bahwa tempat penahanan Phineas sang cenayang buta mengetahui lokasi penahanan Thanatos. Itulah tugas mereka selanjutnya, mencari sang cenayang.

Selagi di perjalanan ke Portland, Percy lagi-lagi mendapat mimpi. Kali ini mimpi tentang satu team yang datang menjemputnya menggunakan kapal perang berkepala naga besi (Argo II) dalam beberapa hari lagi.

Phineas tak begitu susah dicari, kerjanya hanya melindungi makanannya dari burung harpy. Dari sekian banyak harpy yang ada di sana, Phineas paling kesulitan menghadapi harpy kecil bernama Ella. Tahu bahwa Phineas tertarik menyiksa Ella, Percy menawarkan kesepakatan dengan cenayang tua itu. Menggunakan darah gorgon yang masih dimiliki (yang satu racun dan yang satu obat penyakit apapun), Percy mempertaruhkan Ella dan Phineas mempertaruhkan lokasi Thanatos. Phineas memang ingin sekali bisa melihat, tak ayal tertarik tawaran tersebut. Taruhan tertingginya adalah nyawa, sebab jika salah memilih pial darah, maka nyawa melayang. Singkat cerita, Percy berhasil melewati tantangan ini sebab memilih pial darah obat, ingatannyapun perlahan-lahan pulih.

Ella ternyata bukan harpy sembarangan, ia bisa membaca dan menghapal. Banyak sekali buku yang telah dihapalnya, itulah sebabnya mengapa Phineas begitu ingin sekali memiliki burung ini. Burung ini terlalu mengetahui banyak hal.

Cerita berlanjut ke pertemuan dengan kaum Amazon, yang dipimpin kakak kandung Reyna, Hylla. Hylla membenci Percy karena kejadian masa lalu (Percy tak ingat, mungkin diceritakan pada novel serial Percy Jackson). Namun kedatangan Percy, Hazel dan Frank cukup membuat warna di suku tersebut. Singkat cerita, Hylla akhirnya mendukung mereka jika kedudukannya sebagai ratu Amazon masih bertahan sampai hari pertempuran nanti. Tak hanya itu, Hazel mendapatkan kuda idaman yang dilihatnya sejak dulu, Arion.

Arion berlari menggila, kecepatannya bagai angin. Tanpa sadar, mereka telah sampai di halaman rumah keluarga Zang, ya rumah Frank. Rumah itu telah dikepung oleh raksasa, nenek Frank juga telah tahu. Nenek menjelaskan kekuatan apa mampu dilakukan Frank, namun tetap saja Frank masih bingung. Dan, mereka melanjutkan perjalanan.

Lokasi Thanatos ditemukan. Thanatos terbelenggu oleh rantai yang hanya bisa dimusnahkan dengan api dari kayu Frank. Frank  harus memilih, menyelamatkan kayu yang tak lain adalah nyawanya atau melepaskan Thanatos. Di sisi lain, Percy harus berhadapan dengan selegiun pasukan hantu. Hantu-hantu tersebut berada di pihak Gaea. Mereka berbagi tugas, Frank melepaskan Thanatos, Hazel menghadapi Alcyoneus, Percy membantai pasukan hantu.

Thanatos bebas, musuh-musuh yang sejak tadi tak bisa mati akhirnya musnah. Thanatos berbaik hati tetap membiarkan Hazel di bumi, tidak dikembalikan ke dunia bawah. Hanya Alcyoneus yang tersisa, Frank telah mengatahui bakat keluarganya. Ia bisa berubah menjadi hewan apapun yang ia mau. Awalnya menyerang sebagai beruang, kemudian berubah menjadi hewan-hewan lain.

Alcyoneus tidak bisa dibunuh di Alaska, mereka harus membawanya keluar dari zona itu. Untunglah berkat bantuan Arion, mereka mampu menarik raksasa berkilo-kilo meter jauhnya. Raksasapun berhasil di bunuh.

Mereka kembali ke perkemahan, ketika pertempuran tengah berlangsung. Percy dengan gagah berani membawa kembali elang legiun sebagai sumber kekuatan Romawi. Jam terbang pertarungan tinggi membuat Percy mengerti apa tepatnya yang harus dilakukan. Bantuan datang dari berbagai arah, termasuk kaum Amazon. Raksasa Polybotes hanya bisa dibunuh dengan kerjasama Demigod dan Dewa. Satu-satunya dewa yang ada di sana hanyalah dewa penjaga perbatasan, Terminus. Polybotes mampu dikalahkan, Percy menjadi man of the match pertempuran tersebut. Dirinya lantas dinobatkan menjadi Preator, pemimpin legiun.

Keesokan harinya, ia mengumumkan bahwa akan datang demigod lain dari perkemahan blasteran Yunani, untuk bergabung bersama mereka melaksanakan misi lebih besar.

Ayo, kuperkenalkan kalian pada keluargaku yang satu lagi,” ucap Percy.

Uraian

  1. Seperti biasanya, Rick Riordan menghadirkan kisah petualangan kepahlawanan yang diangkat dari mitologi Yunani-Romawi. Kali ini mengisahkan Percy Jackon, tokoh yang sudah lama dikenal oleh pecinta novel serial Percy Jackson. Tokoh yang terlibat dibuku ini cukup banyak. Terdiri dari beberapa sudut pandang bergantian antara Percy, Hazel dan Frank. Porsi cerita juga hampir merata antara ketiga tokoh kita ini. Mungkin Rick ingin menampilkan bahwa ketujuh demigod ini nantinya mengambil peranan yang penting dalam cerita selanjutnya, maka dari itu dibuatlah pemisahan cerita. Tapi jadi kurang fokus. Aku belum membaca serial Percy Jackson, sehingga aku belum mengerti betul karakter Percy, apa saja kekuatannya, bagaimana kedekatannya dengan Annabeth, dll.
  2. Dialognya biasa saja, tak ada lelucon ataupun  kalimat yang akan membuat pembaca mengulanginya.
  3. Berarti telah 6 demigod terkumpul, demigod yang ke 7 menurutku adalah Annabeth, sebab buku kelanjutannya berjudul Mark of Athena, yang tak lain merupakan ibu Annabeth. Jadi penasaran, bagaimana Reyna nantinya, apakah tetap memilih Jason Grace ataukah dengan Percy Jackson? Who knows.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s