Resensi #5: The Lost Hero By Rick Riordan

Judul                 : The Lost Hero

Pengarang        : Rick Riordan

Tebal                  : 585 halaman, #1 New York Times Bestseller.

The Lost Hero Resensi

Petualangan dimulai, setelah lama tak mereview buku. Buku yang saat ini ku tangani adalah serial The Heroes of Olympus – The Lost Hero karya Rick Riordan. Setelah lama tak berkutat di dunia fantasi kini aku kembali terjun ke dalamnya. Yap, inilah dia The Lost Hero, kisah tentang kesatria yang merupakan –demigod- perpaduan dewa dan manusia fana. Kisah ini dilatarbelakangi oleh mitologi Yunani dan Romawi kuno. Disepanjang kisah, kita akan disuguhkan sejarah mengenai dewa dewi tersebut dan pemaparan antara mitologi Yunani dan Romawi serta perbedaannya. Contohnya saja, aku sendiri baru tahu kalau Zeus (Dewa Penguasa Langit dalam mitologi Yunani) sama dengan Jupiter (nama lainnya dalam mitologi Romawi). Dalam cerita ini sama sekali tak ada vampir, tapi ada manusia serigala, moster dan raksasa. Well, bagi yang mengharapkan kisah romantisme jangan terlalu berharap karena buku ini benar-benar fokus pada petualangan.

Ringkasan Cerita

Jason tiba-tiba terbangun di bus sekolah, tanpa tahu apa yang dia kerjakan, siapa dirinya, – lupa ingatan- namun yang jelas ada gadis manis disebelahnya, Piper. Di bus itu pula ia bertemu dengan seorang anak lelaki hiperaktif, Leo Valdez yang tangannya seolah tak bisa diam, mengaku sebagai teman Jason. Mereka bersama anak-anak Sekolah Alam Liar (sekolah untuk anak bermasalah) sedang dipandu berdarmawisata oleh seorang pelatih berfigur pendek – Hedge- yang kelihatannya cukup sangar untuk orang setinggi 150 cm. Leo mungkin masuk sekolah itu karena kenakalannya, Piper karena dianggap sebagai Klepto (nyatanya tidak, akan kuceritakan nanti) dan Jason sama sekali tak tahu mengapa ada di antara mereka.

Mereka turun di sebuah museum dan selagi menyaksikan Grand Canyon dari balkon museum. Tak tahan dengan ketidaktahuannya, Jasonpun bertanya pada pak pelatih Hedge dan Hedge mengaku ia tidak mengenal Jason sebelumnya, baru pertama kali ini tiba disana. Memberitahu Jason bahwa mungkin saja Jason adalah paket khusus yang dititipkan perkemahan Blasteran untuk dijaga olehnya. Jason tentu saja bingung dengan istilah perkemahan blasteran namun belum sempat dia menanyakan kelanjutannya tiba-tiba mereka semua dihadang oleh angin badai. Anak-anak lainnya menjerit dan berlindung ke museum namun Leo, Piper, Jason dan Hedge terlambat menyelamatkan diri. Alih-alih mereka terjebak di balkon terbuka, terpapar badai sedemikian rupa. Dylan, salah seorang peserta darmawisata berubah wujud menjadi monster badai. Hedge tak tinggal diam, serta merta iapun menunjukkan wujud aslinya – manusia kambing, faun (romawi), satir (Yunani)- dan menerjang ke arah Dylan.

Singkat cerita, ditengah serangan petir dan badai monster Dylan, Jason merogoh koin emas yang sedari tadi ada disaku celananya, melemparkan koin itu ke udara dan seketika berubah menjadi pedang emas beralirkan listrik dan berhasil mengalahkan Dylan. Namun Piper terlanjur jatuh ke jurang. Dikuasai insting, Jason langsung melompat menyusul Piper dan menyadari bahwa dirinya mampu mengendalikan udara –terbang-. Sayang, pelatih mereka diculik salah satu roh badai.

Usai peristiwa tersebut, mereka membahas apa yang baru saja dikatakan oleh monster itu –istilah Demigod– namun terhenti karena kedatangan kereta kencana terbang yang mengantarkan mereka ke Perkemahan blasteran.

Piper masih berkutat dengan pikirannya, tentang Jason –pacarnya- yang tiba-tiba kehilangan ingatan dan tidak mengenalnya lagi. Dengan susah payah akhirnya mereka tiba di perkemahan yang dimaksud dan Leo mendadak di klaim oleh Dewa Haepasthus (Dewa Api dan pandai besi). Mereka bertigapun mengetahui bahwa mereka adalah demigod.  Seharian itu mereka bertiga diajak berkeliling perkemahan dan diperkenalkan dengan anak-anak setengah dewa lainnya. Piper diberitahun kenyataan bahwa selama ini hubungannya dengan Jason hanyalah ilusi yang dihasilkan oleh kabut, bukan nyata. Jason seolah baru hari ini bergabung bersama mereka, bukannya berbulan-bulan lalu.

Mereka bertiga mendapatkan visi mimpi yang aneh, menyuruh mereka menyelamatkan seseorang yang ditawan. Jason mendapatkan mimpinya, dan langsung tahu bahwa wanita yang ada dalam mimpinya itu Hera, Ratu Dewi. Sedangkan Leo mengenal wanita itu sebagai Tia Callida, pengasuhnya dahulu. Jasonpun akhirnya mengetahui bahwa ingatannya dicuri oleh dewi tersebut, namun apa tujuannya? Piper bermimpi lebih mengenaskan, ayahnya diculik oleh raksasa dan raksasa tersebut memerintahkannya untuk menggagalkan misi dan membawa temannya ke kematian. Misi apa?

Selesai berkeliling, saatnya api unggun dimana pada demigod baru akan diklaim oleh orang tua dewa mereka. Dan Piper diklaim oleh dewi Aphrodite,  Dewi Cinta. Tak heran dia begitu cantik dan memiliki Charmspeak, tiap ucapannya dapat mempengaruhi dan membujuk orang lain, itulah sebabnya dia begitu mudah dapat mengambil BMW dari dealer mobil namun orang-orang menganggapnya Klepto.

Pada acara api unggun itu pula, sebuah misi dilancarkan karena adanya sebuah ramalan besar akan bangkitnya musuh terkuat para dewa Olympus. Yang pertama harus mereka lakukan adalah menyelamatkan Hera sang Ratu Dewi dari tahanan dan mencegah bangkitnya raksasa dari bumi. Namun Jason belum diakui oleh Dewa manapun, Piper Dewi Aphrodite, Leo Dewa Haephastus, dan Jason? Pemimpin perkemahan mengatakan bahwa Jason telah diakui dulu sekali dan memintanya untuk unjuk kebolehan, Jason serta merta mengalirkan listrik dari langit dengan senjata tombaknya –perubahan wujud dari koin emas. Diapun sadar bahwa dirinya adalah putra Jupiter (Romawi), Zeus (Yunani). Kemudian diputuskan bahwa Jason adalah pemimpin misi tersebut, anggotanya Piper dan Leo.

Leo tak tinggal diam, telah menjadi tugasnya untuk menyiapkan alat transportasi untuk menyelesaikan misi. Tak tanggung-tanggung, Leo langsung ke hutan mencari naga besi yang kabarnya telah rusak dan merepotkan orang-orang. Leo berhasil menaklukkan naga tersebut karena ia juga merupakan pengendali api sehingga napas naga sama sekali tak mempan terhadapnya. Dia menamai naga itu Festus – bahagia. Leo juga berhasil menemukan bunker 9, yang merupakan pusat komando perakitan Festus, dan menemukan semacam kantong perkakas yang bisa mengeluarkan peralatan apa saja –sejenis kantong ajaib Doraemon.

Lagi-lagi Leo bermimpi tentang masa lalunya, ia telah membakar ibunya sendiri. Jason juga dihantui mimpi tentang serigala bernama Lupa, yang mengajarinya bertarung dan bertahan. Lupa menunjukkan pada Jason tempat dimana Hera dipenjara. Ketika dirinya terbangun dan melihat foto wanita di dinding kamarnya, Jason tahu siapa wanita itu, kakak perempuannya, Thalia Grace, dan namanya sendiri adalah Jason Grace, putra Jupiter.

Naga telah siap, dan mereka bertiga siap berangkat ke Quebec, tempat dimana Boreas –Penguasa Angin Utara- berada untuk mengetahui dimana lokasi Hera. Karena meskipun Lupa menunjukkan lokasi tersebut dalam mimpinya, Jason sama sekali tidak ingat dimana itu. Mereka mendarat di istana Boreas, disana mereka bertemu Dewi Salju Khione putri Boreas yang kelihatan keji dan galak. Boreas hampir saja mengubah mereka menjadi patung es, jika saja Piper tak menggunakan Charmspeaknya, sehingga Dewa tersebut membebaskan mereka dan malahan memberikan sedikit petunjuk. Ke istana penguasa angin –Aeolus itulah tujuan mereka selanjutnya, namun tidak boleh datang kesana dengan tangan kosong melainkan harus membawa roh badai.

Sedang enak-enaknya tertidur di atas punggung naga terbang, tiba-tiba mereka bertiga terjatuh dan mendarat di sebuah pabrik mesin yang ditelantarkan. Masalah lain muncul, ternyata disana ada tiga makhluk Detroit, monster setengah mesin yang hampir memakan Jason dan Piper. Kali ini Leo yang unjuk kebolehan dengan tangan mekanisnya, ia kemudian mampu menguasai mesin lain sehingga sanggup mengalahkan raksasa Detroit itu.

Perjalanan dilanjutkan, masih dihantui mimpi-mimpi setiap malamnya, Jason terus bermimpi tentang Hera, yang mencoba mengungkapkan dimana lokasinya dan untuk apa ia perlu segera diselamatkan sebelum titik balik musim dingin -3 hari lagi. Leo kali ini bermimpi tentang wanita tanah yang mengancam nyawa ibunya pada malam kebakaran itu. Piper terus dihantui oleh mimpi raksasa yang menyuruhnya mengkhianati teman-temannya demi sang ayah yang ternyata benar telah diculik.

Pengejaran terhadap roh badai membuat mereka sampai di toko bawah tanah, yang menjual segala jenis ramuan dan benda antik. Wanita pemilik toko diceritakan adalah wanita paruh baya yang anggun dan jelita. Dengan mudah, ia mampu menguasai Jason dan Leo dengan daya pikat suaranya. Beruntung Piper dapat bertahan dari sihir tersebut, dan akhirnya mengetahui bahwa wanita itu bernama Medea, penyihir paling keji bermilenium lalu yang entah mengapa bisa hidup kembali saat ini. Piper dengan susah payah mampu menyelamatkan Jason dan Leo dari pengaruh sihir Medea, sebelum keduanya saling tebas. Mereka selamat, plus mendapatkan roh badai dan pelatih Hedge yang sejak awal cerita diculik oleh roh badai ketika mereka bertarung di Museum.

Lagi-lagi ditengah penerbangan, mereka terjun bebas. Namun kali ini sang naga tak selamat, tubuhnya hancur lebur. Mereka sekarang tiba di istana Midas, raja pada zaman dahulu kala yang memiliki sentuhan emas. Lagi-lagi mereka tak mengerti, kenapa ada manusia fana yang kembali hidup. Singkat cerita, Midas menjadikan Piper dan Leo sebagai patung emas dengan sentuhannya. Jason kemudian mengeluarkan kemampuannya memanggil petir dan mengalahkan Midas. Midaspun mampu ditaklukkan meskipun entah mengapa makhluk-makhluk tersebut mampu mewujud kembali. Namun Leo dan Piper yang telah menjadi emas, harus segera diselamatkan, untunglah hujan dapat mematahkan mantra emas tersebut, sehingga Leo mampu selamat. Sedangkan Piper terpaksa diceburkan ke sungai dekat situ untuk memurnikannya.

Alhasil ditengah cuaca salju dan basah kuyub akibat ditenggelamkan di sungai, Piper mengalami Hipotermia. Mereka beristirahat dekat api unggun, dan Piper menceritakan masalah yang dihadapinya, menceritakan kepada kedua sahabatnya itu bahwa tujuannya ikut misi ini adalah menyelamatkan ayahnya dengan menyerahkan nyawa Leo dan Jason kepada raksasa. Dasar teman yang baik, Jason dan Leo mengerti keadaan Piper berada dalam tekanan monster, mereka tetap melanjutkan misi. Kali ini tujuannya bertambah, menyelamatkan Hera dan ayah Piper.

Bersantai di api unggun tak bisa mereka nikmati lama-lama, sebab sekawanan serigala datang mengepung. Senjata emas Jason dan palu godam Leo sama sekali tak mempan, sedangkan Piper terlalu lemah untuk menggunakan charmspeaknya. Untungnya, sekawanan pemburu Artemis menyelamatkan mereka dengan anak panah perak, meskipun pemimpinnya berhasil melarikan diri. Jason seketika mengenali pemimpin Pemburu Artemis itu, Thalia Grace, kakak perempuannya.

Bukan main girangnya Thalia dapat bertemu dengan adiknya setelah belasan tahun berlalu, menyangka bahwa Jason telah meninggal. Dari pertemuan mereka yang singkat itu, Jason mengetahui bahwa dirinya telah diserahkan oleh ibu kandungnya kepada Hera, dan Thalia menyangka bahwa ibu merekalah yang membunuh Jason. Jason selalu menganggap dirinya anak Romawi, sebaliknya Thalia adalah Yunani, dan mereka masih terheran mengapa Jason bisa berbahasa Latin dan menyebut nama dewa dalam nama Romawi mereka.

Kini setelah bertemu dengan kakaknya, Jason menjadi lebih percaya diri untuk menyelesaikan teka teki misi ini. Mereka melanjutkan perjalanan ke istana Aeolus, namun Thalia terpaksa harus kembali ke kelompok pemburu Artemis dan berbagi tugas dengan Jason. Jason akan menyelamatkan ayah Piper, dan Thalia akan menyalamatkan Hera.

Istana Aeolus telah berhasil mereka capai, dan dewa yang satu ini cukup senang dengan roh badai yang dibawa kelompok Jason. Namun entah bagaimana tiba-tiba terdengar perintah untuk membunuh ketiga demigod ini. Sontak mereka kaget dan berusaha kabur dibantu oleh Mellie, aura musim panas yang bekerja sebagai asisten pribadi Aeolus. Tindakan kabur itu berhasil, meski tidak terlalu mulus. Mereka bertiga terlempar ratusan mil jauhnya akibat angin badai yang diutus Aeolus.

Mereka bertiga terbangun disebuah kafe di California, dengan style terbaru sebagai hadiah dari Aphrodite seperti dalam mimpi Piper sebelumnya. Dari mimpi itu, Aphrodite membocorkan bahwa musuh mereka sebenarnya adalah Gaea – Ibu Pertiwi (Bumi). Dikisahkan bahwa Gaea jauh lebih kuat dibandingkan Titan dan Dewa Olympus, dan selama ini Gaea terperangkap di dalam bumi, sedang menggeliat untuk bangun. Namun yang pertama perlu diwaspadai adalah bangunan raja raksasa anak Gaea, Porphyron yang konon kekuatannya setara Zeus. Kini, mereka telah mengetahui tujuan selanjutnya. Ke gunung Diablo, tempat dimana Enceladus –raksasa- berada. (Encheladus ini yang mengancam Piper lewat mimpinya).

Dengan mudahnya Jason mampu memimpin perjalanan darat tersebut seolah-oleh pernah tinggal disana sebelumnya. Ia bahkan mampu menunjukkan tempat-tempat pada setiap mata angin, namun masih tidak ingat bagaimana ia bisa sampai di dalam bus sekolah hari itu.

Pertarungan dengan Enceladuspun dimulai, mereka bertiga bertempur melawan raksasa dan para ogre yang muncul dari tanah. Saling membahu mengalahkan raksasa itu, bahkan Jason hampir kehilangan nyawanya. Bersyukur, Jason mampu bertahan dan balas menyerang Enceladus dengan petir. Ayah Piper yang sedari tadi disandera akhirnya mampu diselamatkan dan dievakuasi ke kota.

Ditengah proses evakuasi, Thalia mengirimkan pesan pada Jason bahwa mereka telah menemukan dimana Hera ditawan. Dengan segera Jason dan timnya menyusul. Jason serta merta mengenali tempat itu, tempat dimana dulu ia diserahkan oleh ibunya kepada Hera, kemudian diasuh oleh serigala bernama Lupa. Disitu pula terlihat Hera berada dalam kurungan, yang membutuhkan kemampuan Piper dan Leo untuk membukanya seperti dalam ramalan. Ditengah pertempuran, Thalia mendadak berubah menjadi patung es. Jason murka, dan akhirnya musuh kitapun muncul. Khione, sang Dewi Salju putri Boreas. Dialah yang telah membuat plot penculikan Hera, dan berencana untuk membangunkan Porphyron dan Gaea. Ceritapun mulai mengalir, Khione menjelaskan apa tujuan yang sebenarnya dan apa rencana kedepannya.

Leo kini berhadapan dengan Khione, karena cuma kemampuan apinya yang dapat melawan Dewi Salju. Jason dengan tangan kosong setelah senjatanya hancur melawan Enceladas terpaksa harus melawan roh badai, sedangkan Piper kebagian melawan serigala. Khione mundur, setelah menyadari Leo sama sekali tak mempan terhadapnya. Namun sayang, sang raja raksasa telah terbangun dan Hera masih dalam kurungannya. Piper dengan sekuat tenaga mengerahkan charmspeaknya pada kurungan tanah tersebut.

Dikisahkan, sebelumnya Porphyron telah pernah dikalahkan oleh gabungan dewa dan demigod. Untuk itu kedua pihak tersebut harus bersatu kembali untuk menaklukkan raja raksasa ini. Namun, dewa Olympus merasa malu meminta tolong kepada demigod karena seharusnya dewalah yang merasa dibutuhkan, bukan sebaliknya.

Dengan segenap sisa tenaga yang dimilikinya, Jason berhadapan dengan raja raksasa itu sementara Piper dan Leo berkutat dengan kurungan Hera.

“Aku putra Jupiter, anak Romawi, praetor legiun pertama. Aku membantai monster laut Troya, menggulingkan tahta hitam Kronos dan membinasakan Krios sang Titan dengan tanganku sendiri”. Jason mengeluarkan tenaga petirnya, namun raksasa tersebut hanya sempoyongan, untunglah Hera dapat lepas dari kurungan sehingga Porphyron menghilang sementara waktu. Hera pun segera mengelurkan kemampuan terbaiknya dan seluruh musuh musnah.

Misi selesai, dan mereka kembali ke perkemahan. Thalia memutuskan berpisah dari kelompok mereka dan kembali ke pemburu Artemis. Hera kembali mendatangi Jason, menceritakan bahwa Jason diperlukan menjembatani jurang perbedaan, dengan pertukaran pemimpin dua ras demigod (Romawi dan Yunani yang tidak akur bahkan saling bunuh). Jason merupakan pemimpin dari 7 demigod yang akan bergabung mengalahkan Phorpyron.

Jason menceritakan hal ini ketika pertemuan besar diadakan diperkemahan. Ia menceritakan bahwa sebenarnya ditempat lain ada perkemahan blasteran seperti disini hanya saja dihuni oleh demigod Romawi, tempat ia berasal. Dengan kata lain, jika Jason tiba-tiba ada di perkemahan ini sebagai pertukaran pemimpin maka Percy Jakson ada di perkemahan Romawi, dalam kondisi lupa ingatan sama halnya seperti dirinya.

buku selanjutnya akan berisi petualangan Percy Jackson di perkemahan Romawi-

Opini

  1. Sepanjang hampir ¾ buku, aku masih berkutat dengan pertanyaan fantasi macam apa ini? Aku tidak terlalu mengerti tentang mitologi Yunani maupun Romawi, mungkin itu sebabnya merasa agak kesulitan. Sebaiknya mulailah membaca dari serial Percy Jackson sehingga suasana demigodnya lebih mengena.
  2. Pemaparan mengenai setting lokasinya tidak begitu mendetail, kesulitan mengimajinasikannya. Untung saja ada gambar ilustrasi yang membantu, meskipun tidak banyak.
  3. Penulis terlalu gamblang mengungkapkan pikiran tokoh, misalnya ketika Leo menatap intens pada dewi Khione. Pembaca tentu telah mengerti bahwa Leo sepertinya naksir, tapi penulis langsung membocorkan ‘Leo jatuh cinta pada Khione’. Dibuku lain, hal-hal seperti itu tidak diungkapkan secara gamblang.
  4. Sudut pandang buku ini berubah-ubah tiap dua bab sekali. Jason, Piper, Loe bergantian. Serunya, kita bisa mengetahui jalan pikiran masing-masing tokoh. Tidak serunya, pendalaman tokoh jadi terkesan dangkal karena ketiga tokoh adalah tokoh utama. Jason misalnya, selain ganteng, berambut pirang, dan putra Jupiter, pembaca takkan tahu apapun tentang dia. Leo, si mekanik serba bisa dan menguasai api. Cuma sebatas itu, takkan kita jumpai penokohan sifat yang lebih dalam. Bisa ku prediksi, takkan ada pembaca yang naksir Jason.
  5. Dialog-dialog antar tokoh terkesan biasa saja. Tak ada hal cukup lucu untuk dijadikan lelucon, ataupun dialog romantis. Murni kisah ini lebih cocok untuk anak SMP.
  6. Over all, aku tak bisa bilang buku ini jelek, toh bagus-bagus saja kok, bagi yang suka. Namun sepertinya ini bukan buku favoritku karena pernah membaca yang lebih baik.

5 thoughts on “Resensi #5: The Lost Hero By Rick Riordan

  1. oh jadi seri buku pertama ini belum mengkisahkan percy ya? wah berarti agak gk nyambung dong sama buku keduanya dong yg son of neptune? wah saya kurang paham. tapi pasti tertarik nih ada unsur mitologinya sih haha

    • Buku pertama memang mengisahkan Jason Grace, nanti yang kedua barulah tetang Percy. Tapi di buku kedua nantinya diceritakan gimana mereka berkaitan.
      Buku ketiga barulah mereka bergabung…

      Hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s