Tanggalkan Ego, Jalin Komunikasi

Image

Rutinitas pagi di kantor sebelum melakukan pekerjaan, terlebih dahulu kami mengadakan Morning Briefing (Apel pagi). Bedanya dengan MB sebelum-sebelumnya, beberapa hal diungkapkan secara gamblang pagi ini.  Bahkan sampai-sampai ‘memakan korban’ yang hingga post ini di publish masih sekarat. {Red: Ini cuma lebaynya kalimatku aja, jangan dianggap berlebihan. Tapi ini nyata}.

Tapi, aku tidak akan membahas hal-hal atau masalah negatif dan kontra yang diungkapkan oleh siapapun, tentang apapun. Sudah cukup lelah mendengarnya sepagian ini. I choose my way, jadi aku akan menulis tentang sesuatu yang menarik perhatianku. Silakan simak…

Pimpinanku menceritakan sebuah kisah, yang dimaksudkan sebagai motivasi ataupun kisah inspiratif, terserah yang dengar juga sih.

Kisah ini tentang Dani & Dina, entah mereka sepasang kekasih atau bukan, yang pasti Dani telah lama menaruh hati pada Dina.

“Dani telah menulis surat cinta yang ke 100 untuk pujaan hatinya, Dina dan inilah surat balasan Dina akhirnya.

  1. Cinta yang kumiliki untukmu
  2. Telah hilang, kini aku tak menyukai lagi dan kebecianku
  3. Semakin tumbuh dan kurasa setiap hari, jika ku bertemu
  4. Aku tak menyukai apapun darimu
  5. Satu-satunya yang ku inginkan adalah
  6. Mencari pemuda lain, aku tak pernah ingin
  7. Menikah denganmu, perbincangan terakhir kita
  8. Sangat membosankan dan memuakkanku dan tidak
  9. Menggairahkanku untuk bertemu lagi denganmu
  10. Kau hanya berpikir tentang dirimu sendiri
  11. Jika kita menikah, aku tahu aku akan mendapatkan
  12. Kehidupan sangat membosankan, aku takkan memiliki
  13. Kesenangan hidup bersamamu, aku punya hati
  14. Untuk ku berikan tuk seseorang, tapi itu bukan lagi
  15. Yang ingin ku berikan padamu, tak ada orang yang lebih
  16. Egois dibanding dirimu, dan kau tak
  17. Dapat memberikan perhatian dan keindahan cinta bagiku
  18. Aku sejujurnya ingin kau mengerti bahwa
  19. Aku mengatakan yang sebenarnya, kau akan memberikan ketenangan jika
  20. Kau berpikir dan mengerti ini yang terakhir, jangan pernah mencoba
  21. Kau menjawab surat ini, suratmu penuh dengan
  22. Hal-hal dan kalimat sampah yang membosankanku, kau tak memiliki
  23. Kalimat indah dan cinta sejati yang ku dambakan, percayalah padaku
  24. Aku tak peduli lagi kini denganmu, jadi jangan pernah kau berpikir lagi
  25. Aku akan menikah denganmu.

Bisa diperkirakan bagaimana perasaan Dani setelah membaca surat balasan tersebut, hatinya hancur berkeping-keping. Tak disangka setelah sekian lama inilah balasan surat yang selama ini dinantinya. Akhirnya ia sadar, bahwa selama ini Dina tak pernah memiliki perasaan yang sama.

Dani dan Dina pada suatu kesempatan bertemu kembali, Dani yang hatinya hancur tentu merasa tak enak hati, tapi Dina mengatakan, “Apa kau telah membaca suratku?”

“Ya.”

“Apakah kau mengerti apa maksudku?”

“Ya.” Jawab Dani murung dengan kepala tertunduk.

Melihat Dani yang demikian, Dina pun menjawab, “Tidak, kau memang telah membaca suratku, tapi kau tidak menangkap pesanku. Bacalah, bacalah hanya kalimat ganjilnya. Maka kau akan tau apa maksudku.”

Bacalah hanya kalimat ganjilnya. (Red. Kalimat bernomor ganjil).

Suatu masalah akan terlihat rumit, ribet, menyusahkan bahkan bisa jadi menimbulkan pertengkaran dan perselisihan. Tapi cobalah lihat lebih dalam, gali lebih teliti, tangkaplah pesan-pesan yang tak tersirat, lihatlah sekeliling, jangan mengambil kesimpulan sendiri, jangan melulu menyalahkan orang lain, maka kau akan melihat masalah sesungguhnya. Jalan keluarnya cuma satu, komunikasi. Terdengar mudah, namun kadang susah dipraktekkan. Apalagi kalau sama-sama gengsi, sama-sama merasa benar dan merasa paling punya harga diri. Salah paham itu wajar, tapi meluruskan paham itu perlu.

Menurutku, penuturan kisah ini oleh pemimpin kami pagi ini dilatarbelakangi oleh peristiwa yang terjadi kemarin, tentang kesalahpahaman antar karyawan, -bukan wewenangku untuk menceritakannya disini-. Jadi dengan kisah ini, diharapkan agar semuanya mampu berkomunikasi, menanggalkan ego dan mulai menjalin silaturrahmi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s