Resensi #1 Heavenly By Jennifer Laurens

Membaca novel memang merupakan salah satu hobiku sejak lama, namun dulu aku hanya sekedar membaca dan menikmati bacaanku itu. Nah, sekarang aku akan mencoba melakukan sedikit ulasan mengenai novel-novel yang ku baca.

Novel berikut ini merupakan karangan Jennifer Laurens, yang berjudul HEAVENLY. Aku belum membeli buku ini secara sah (dalam arti kata membeli buku sesungguhnya). Aku hanya membaca novel ini versi bahasa Inggris yang ku peroleh dengan mendownloadnya di 4Shared. Kalau kamu berminat, silakan download langsung di sana.

Ini dia ulasanku, tapi ingat ini hanya pendapat dari sudut pandangku sebagai seorang pembaca budiman :p . Kalian bisa saja memiliki pendapat dan ide yang berbeda.

Gambar

Aku bertemu sesorang yang mengubah segalanya, Matthias. Dia malaikat pelindung. Jujur. Inspiratif. Lucu. Seksi. Dan abadi. Itulah masalahnya. Apa yang bisa kulakukan? Aku merasakan apa yang gadis lain akan rasakan. Aku jatuh cinta kepadanya. Zoe, gadis delapan belas tahun, terpisah dengan Abria, adiknya, saat berada di sebuah taman. Dia mencari Abria dan mendapatinya sedang bersama seorang laki-laki tampan. Anehnya, hanya Zoe dan Abria yang bisa melihat laki-laki itu, yang memperkenalkan dirinya sebagai Matthias. Matthias ternyata adalah malaikat pelindung yang ditugaskan untuk melindungi Abria. Zoe mendapati keberadaan Matthias ternyata membuatnya merasa nyaman, walaupun dia hanya bisa bertemu Matthias saat bersama Abria. Namun, dengan takdir dan kehidupan yang berbeda, mampukah Zoe dan Matthias bersatu? Bagaimana pula nasib Zoe dan Abria selanjutnya? Mampukah Matthias melaksanakan misinya di tengah konflik yang terus memuncak di sekelilingnya?

Ringkasan Cerita

Zoe, seorang gadis berusia 18 tahun, memiliki keluarga yang sebenarnya bahagia. Ayah ibu yang harmonis, seorang adik laki-laki, Luke yang berusia 16 tahun dan seorang adik perempuan kecil, Abria. Keharmonisan keluarga ini memudar setelah Abria divonis dokter mengidap Autis. Tak ayal lagi, perhatian kedua orang tua Zoe tertuju pada gadis kecil itu sehingga Zoe dan Luke kurang diperhatikan.

Hal ini membuat Zoe dan Luke melarikan diri ke hal-hal yang negatif. Zoe, dengan kebiasaannya berpesta bersama temannya Brittany seorang ratu pesta dan gadis populer di sekolahnya, selalu mengkonsumsi alkohol. Sedangkan Luke, mencari ketenangan dengan mengkonsumsi ganja dan obat-obatan. Namun hal ini sama sekali tidak diketahui oleh orang tua mereka.

Di sisi lain, Abria yang mengidap Autisme, selalu saja hiperaktif. Berlari kesana kemari, melompat-lompat bahkan selalu mengepak-kepakkan tangganya seperti sayap. Hal ini membuat seluruh keluarga harus ekstra intens mengawasi Abria karena gadis kecil ini dapat berlari kencang dan menghilang dari pandangan, Zoe pun tidak lepas dari tanggung jawab tersebut.

Suatu waktu Zoe mengajak Abria jalan-jalan ke taman. Karena keasyikan ber-sms-an  dengan Britt, perhatian Zoe teralihkan sejenak dan Abriapun menghilang. Setelah mencari-cari diseputaran taman, dan tetap tidak ditemukan akhirnya seorang pemuda muncul sembari menggendong Abria. Yup, pasti kalian sudah bisa menebak siapa dia? Matthias.

Pada pandangan pertama, Zoe langsung terpesona pada pemuda ini meskipun belum saling mengenalkan nama. Setelah mengucapkan terima kasih, dan menaiki mobilnya, Matthias menghilang dari pandangan.

Pertemuan selanjutnya terjadi ketika Zoe mengantarkan Abria ke bus sekolah, dan melihat Matthias mengikuti Abria. Karena curiga, Zoe pun membuntutinya hingga tiba di sekolah Abria. Karena curiga, Zoe langsung mengajukan berbagai pertanyaan kenapa pemuda ini mengikuti adiknya. Disinilah Zoe mengetahui nama pemuda itu, Matthias. Matthias mengaku bahwa ia semacam penjaga, karena ada yang menugaskannya untuk itu.

Tak lama kemudian salah seorang guru di sekolah Abria, memandang ke arah Zoe dengan khawatir karena ia berbicara sendirian. Zoe heran kenapa wanita itu tidak melihat Matthias padahal dia berdiri tidak jauh dari mereka.

Cerita pun berlanjut dan akhirnya Zoe tahu bahwa Matthias merupakan guardian angel-nya Abria, yang akan selalu datang ketika Abria menghadapi bahaya, seperti ketika dia hilang di taman, dan sewaktu memanjat ke jendela rumah mereka.

Matthias menjelaskan, bahwa Zoe dapat melihatnya sedangkan yang lain tidak karena orang-orang lain tidak siap dengan sesuatu yang bersifat gaib, atau bahkan tidak mempercayainya. Dan hanya orang-orang dengan hati pure – murni- yang dapat melihat para guardian angels ini.  (Aku heran pada Zoe yang tentu saja tidak bisa dibilang gadis baik tapi entah kenapa bisa melihat Matthias).

Zoe pun jatuh cinta dengan Matthias, dan suatu ketika dengan tidak sengaja mereka saling bersentuhan tangan, dan akibatnya -BUM!!!- Matthias juga menjadi guardian angelnya Zoe. Zoe tentu saja senang, namun harus menghadapi kenyataan bahwa dengan demikian Matthias dapat membaca segala pikirannya, no privacy at all.

Zoe selalu membayangkan memiliki Matthias, meski tak tahu bagaimana caranya karena mereka terpisah alam, namun tetap merasa bahagia meskipun hanya berada di sisi Matthias saja.

Seterusnya, orang tua Zoe pun mengetahui bahwa Luke adalah seorang pemakai, dan benar-benar merasa sedih. Zoe dan Lukepun bertengkar dan akhirnya kedua orang tua mereka mengetahui bahwa Zoe juga seorang peminum.

Keadaan membaik karena orang tua mereka memafkan perbuatan anak-anaknya dan merasa bersalah karena selama ini tidak memperhatikan keadaan mereka berdua.

Sementara itu, zoe yang begitu amat sangat mencintai Matthias akhirnya mengakui perasaanya. Namun sayang sekali, Matthias tidak memberikan tanggapan apapun. Zoe marah dan kecewa, sehingga memutuskan untuk pergi ke sebuah pesta.

Matthias melarangnya masuk, namun Zoe tetap membantah dan masuk hingga akhirnya dia dicekoki oleh teman-temannya sehingga tak sadarkan diri. Keesokan harinya, dia terbangun di sebuah motel dengan Matthias di sampingnya. Dari Matthias, dia mengetahui bahwa teman-temannya berniat jahat pada Zoe namun Matthias -tentu saja- melindunginya. Zoe sangat berterima kasih dan menjelaskan kenapa dia nekat masuk ke pesta sebagai bentuk kekesalan kepada Matthias karena tidak menanggapi perasaanya. Dan akhirnya, Matthias mengakui bahwa dirinya memiliki perasaan yang sama.

Pemuda-pemuda yang hampir menjahati Zoe tentu saja mendapatkan ganjaran dari Matthias, berupa penyakit dengan kulit yang memerah seperti bisul, yang membuat si tampan Weston (pacarnya Britt) buruk rupa.

Zoe berjanji bertemu dengan teman sekelasnya, Chase  di Starbucks, (Chase ini sama-sama pernah mengalami kejadian bertemu dengan guardian angels dan dapat melihat Matthias juga). Di akhir pertemua mereka malam itu, diketahui bahwa Chase mencintai Zoe ketika dia memberanikan diri mencium pipi gadis itu,

Diperjalanan pulang, Matthias muncul di mobil. Zoe bertanya apakah ada bahaya yang akan terjadi padanya karena Matthias ada di sini. Matthias bilang tidak, dan mau tidak mau Zoe berpuikir bahwa mungkin Matthias cemburu akan ulah Chase.

Tak lama, Matthias mengatakan pada Zoe “Jangan takut”, Dan sebuah truk pun menabrak mobil Zoe sehingga zoe tak sadarkan diri. Zoe terbangun di rumah sakit, dan setelah bertemu dengan seluruh keluarganya, akhirnya iapun mengucapkan salam perpisahan. Zoe meninggal, Dan di Paradise Zoe akhirnya bersatu dengan Matthias.

Ulasan Cerita

Selesai membaca, secara umum aku akan mengatakan bahwa Jennifer Laurens ini pernah membaca atau bahkan salah satu penggemar Twilight., karena cerita yang disajikannya tidak terlalu jauh berbeda konsepnya dengan ceritanya mbak Stephanie Meyer itu. Jika Stephanie Meyer menggunakan konsep Guardian Vampire, maka Jennifer Laurens menggunakan konsep Guardian Angel.

Tentu saja, Matthias digambarkan sebagai sosok yang begitu sempurna, dengan penampilan menawan, dan mempesona (Sama halnya dengan Edward Cullen), namun bedanya Matthias bersuhu tubuh hangat sedangkan Edward dingin seperti es. Kesamaan lain, mereka berdua bisa membaca pikiran.

Karakter Zoe digambarkan cukup lengkap di sini, seorang gadis yang suka hura-hura, peminum, ratu pesta, gadis populer meskipun tak banyak teman. Meskipun demikian, terkadang dia menyadari bahwa ia mencintai kedua adiknya. Hanya saja karakter Matthias kurang digambarkan secara akurat. Mungkin karena dia makhluk surga sehingga sama sekali tidak memiliki flaw (cacat).  Oh ya, dia juga lahir tahun 1907, lagi-lagi hampir sama dengan Edward Cullen, yang kalau tidak salah lahir tahun 1901.

Beberapa cerita juga masih ada yang menggantung, diantaranya ketika Matthias menyelamatkan Zoe, sama sekali tidak diceritakan apa yang dilakukan Matthias kepada mereka, yang kita tahu hanyalah apa akibat sesudahnya. Selain itu, ketika Zoe mengikuti Luke ke rumah salah seorang bandar, yang terlihat ketakutan setelah mengusir Zoe pergi sama sekali tidak dijelaskan kenapa hal itu terjadi. Apa karena ada Matthias dibelakang Zoe waktu itu, tapi itu tidak dijelaskan oleh Jennifer.

Jalan cerita juga bisa dibilang datar dan tanpa ada masalah berarti, Masalahnya hanya berputar tetang Zoe dan kebiasaannya mabuk-mabukan, dan Abria. Mungkin klimaks ceritanya ketika Zoe memasuki pesta Weston dan dicecoki kali ya? entahlah, aku juga tidak tahu. Tapi kurang greget.

Bagi yang mengharapkan adegan-adegan romantis, jangan harap di novel ini akan ada. Karena meskipun Zoe kerap kali memikirkan Matthias, tapi hal itu sama sekali tidak pernah terjadi. Karena sebelum Matthias menjadi penjaga Zoe, mereka sama sekali tidak bersentuhan. Dan setelahnya, mereka juga tidak bersikap romantically, karena Matthias adalah angel.

Secara umum, aku merekomendasikan buku ini untuk kalian yang suka bacaan ringan dan namun romantis.

Aku hanya membaca novel yang versi bahasa Inggris, sampai saat ini belum terpikir untuk membeli yang bahasa Indonesia.

Demikian resensi novel yang ku publish untuk saat ini, dan jika ada waktu, akan ku ulas novel-novel lainnya. Jika ada novel yang recomended, kasih tau ya…

^_^

Regards,

Jannah

2 thoughts on “Resensi #1 Heavenly By Jennifer Laurens

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s